SAMARINDA, Swarakaltim.com – Pemkot Samarinda menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi dan keterampilan (skill) bagi para pencari kerja lokal agar mampu bersaing dan terserap secara optimal di dunia industri. Langkah ini dinilai vital untuk menekan angka pengangguran terbuka serta menjawab kualifikasi pasar kerja yang kian selektif di Kota Tepian.
Tingginya kebutuhan lapangan kerja di Samarinda saat ini tidak hanya didominasi oleh lulusan baru (fresh graduate) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang baru memasuki angkatan kerja. Fenomena di lapangan menunjukkan lonjakan pencari kerja juga datang dari masyarakat yang sebelumnya pernah bekerja namun harus kembali berburu lowongan akibat pemutusan hubungan kerja maupun habisnya masa kontrak.
Menanggapi beragamnya latar belakang para pencari kerja tersebut, Saefuddin Zuhri, Wakil Wali Kota Samarinda menilai kesiapan mental dan adaptasi terhadap dinamika industri menjadi kunci utama. Pihaknya mencatat bahwa kebutuhan kerja datang dari dua segmen berbeda yang sama-sama memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
“Mulai dari adik-adik lulusan baru sekolah menengah kejuruan yang baru memasuki dunia kerja, hingga masyarakat yang sebelumnya pernah bekerja di perusahaan tetapi kini kembali mencari pekerjaan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan lapangan pekerjaan datang dari berbagai kalangan,” ujar Saefuddin Zuhri saat menghadiri dan meninjau langsung penyelenggaraan bursa kerja Job Fair Samarinda yang dipusatkan di Go Mall pada Rabu (4/11/2026).
Kondisi tersebut mempertegas bahwa persaingan mendapatkan pekerjaan tidak lagi sekedar mengandalkan lembaran ijazah formal. Para pencari kerja dituntut memiliki keahlian teknis (hard skill) dan keahlian interpersonal (soft skill) yang spesifik agar mampu menjawab tantangan serta spesifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pemberi kerja.
Kesesuaian antara kualifikasi tenaga kerja dan kebutuhan dunia usaha menjadi kunci utama dalam memangkas angka pengangguran. Penempatan kerja yang tepat tidak hanya membantu menekan angka pengangguran daerah, tetapi juga menjamin para pekerja memperoleh tingkat pendapatan yang layak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
Guna menjembatani jurang pemisah antara ketersediaan tenaga kerja dan kebutuhan industri, Pemkot Samarinda terus memperkuat sinergi lintas sektor. Pemerintah bertindak sebagai fasilitator yang membuka ruang akses informasi lowongan kerja secara transparan dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Ini adalah suatu kelebihan Kota Samarinda. Dinas Tenaga Kerja bisa bersinergi dengan pemberi kerja dan pencari kerja, sehingga akhirnya bisa mengurangi masyarakat yang belum bekerja. Siapkanlah diri Anda, skill Anda, kemampuan Anda untuk bekerja yang benar sesuai dengan kemampuan yang ada. Insyaallah Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik bagi kalian untuk bekerja di suatu perusahaan,” pesan Saefuddin Zuhri.(DHV)