Terobos Puluhan Riam Ganas, Ketua dan Anggota DPRD Mahulu Hadiri Hudoq Pekayang Lirung Ubing

MAHAKAM ULU, Swara Kaltim – Pegelaran ritual adat Hudoq Pekayang 2019 di Kampung Lirung Ubing, Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, pada Kamis (17/10) dihadiri ribuan undangan dari sejumlah daerah di Provinsi Kalimantan Timur.

Ritual tahunan itu dilaksanakan secara bergiliran oleh masyakat Dayak etnis Bahau Busang dan Kayan di wilayah ulu riam diwilayah kecamatan perbatasan Mahulu/Kaltim dengan Negara tetangga Serawak Malaysia.

Tak mau ketinggalan Ketua DPRD Novita Bulan bersama rombongan Anggota DPRD Mahulu sejak pukul 09.00 Wita hari itu, berangkat meninggalkan Ibukota Mahulu, Ujoh Bilang.

Keberangkatan rombongan DPRD dari dermaga pelabuhan Batoq Kelo di Kecamatan Long Bagun, menuju Kampung Lirung Ubing, Kecamatan Long Pahangai, menggunakan transfortasi Speedbout Santarina

Adapun anggota DPRD Mahulu yang hadir dalam pegalaran Hudoq Pekayang 2019 yaitu, Martina Luaq, Weni, Uling, Serlili, A Kelawing Bayau, Bo Imang, Dalmasius, Vedelis Tekwan Kuai, Geh Luhat dan Jaang.

Keberangkatan rombongan dari dermaga pelabuhan Batoq Kelo di Long Bagun Ulu menggunakan transportasi spedbout menyusuri Sungai Mahakam dengan menerjang puluhan jeram bebatuan (riam) yang ganas agar bisa tiba ke lokasi pegelaran hudoq pekayang di Lirung Ubing.

“Iya saya bersama anggota DPRD Mahulu pergi menghadiri acara adat Hudoq Pekayang di Kecamatan Long Pahangai. Merupakan acara adat budaya asli Mahulu yang harus dilestarikan,” jelasnya kepada wartawan, sesaat sebelum keberangkatannya.

Melepas lelah setelah menyusuri sungai mahakam ulu, Ketua dan anggota DPRD Mahulu beristirahat sambil menikmati bekal nasi kotakan di pantai pasir tepatnya di hilir riam panjang,, yang berada di Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai

Dia menjelaskan, acara adat Hudoq Pekayang menjadi agenda rutin tahunan Pemkab Mahulu melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Menurutnya, DPRD mendukung kuat dan bersinergi dengan pemkab dalam pembangunan disegala bidang, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat 5 kecamatan se-Mahulu.

“Pelaksanaan Hudoq Pekayang sudah menjadi agenda tahunan Pemkab Mahulu. Kami (DPRD) berharap agar seni dan budaya asli daerah ini dapat dilestarikan,” ungkap Bulan.

Bahkan jika dikelola secara profesional, lanjut putri asal Long Apari ini, bahwa dinas terkait harus gencar mempromosikannya agar dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan. Sehingga kedepan Mahulu dapat menjadi destinasi wisata budaya Kaltim.

“Apabila daerah mahulu ini dapat menjadi destinasi wisata budaya, maka secara otomatis akan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mahulu ini,” tegasnya.

Sekitar 4 jam perjalanan menyusuri sungai mahakam ulu, rombongan Ketua dan DPRD Mahulu tiba di Kampung Long Isun, dimana kampung tersebut tepatnya di hilir Kampung Lirung Ubing, ditempat lokasi pegelaran Hudoq Pekayang 2019

Sekadar diketahui, beberapa hari kedepan, usai acara adat Hudoq Pekayang di Kecamatan Long Pahangai, sejak 23 Oktober 2019 akan dimulai Festival Hudoq Cross Border yang diketahui pada 2018 lalu mendapat Rekor Muri melalui penari Hudoq terbanyak, yang dilaksanakan tingkat Kabupaten Mahulu di Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun.

Penulis : Alfian

Editor   : Redaksi

Bagikan:

Related posts