Lewat SSK, DPPKB Ajak Generasi Muda Sadar Kependudukan

: Lakukan Nota Kesepakatan MAS-IDUK dengan Kemenag

SAMARINDA, Swara Kaltim – Indonesia saat ini telah memasuki fenomena kependudukan yang disebut bonus demografi, tak dipungkiri, bonus demografi hasil dari upaya menurunkan angka Total Fertility Rate (TFR) melalui program keluarga berencana (KB). Jika dimanfaatkan dengan optimal, bonus demografi dapat memacu pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan bangsa.

Oleh karena itu Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kota Samarinda melakukan sosialisasi dan penandatanganan nota kesepakatan Madrasah Siaga Kependudukan (MAS – IDUK) dengan Kementerian Agama Kota Samarinda di aula Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, pekan tadi.

Sosialisasi sendiri diberikan kepada kepala MIN dan MTS negeri dan swasta beserta masing-masing ketua komite. Adapun jumlah MIN negeri dan swasta berjumlah 27 madrasah sedangkan MTS negeri dan swasta berjumlah 34 Madrasah. Dalam kesempatan itu juga sekaligus lauching Buku Saku MAS-IDUK.

Wakil Wali Kota Samarinda M Barkati mengatakan, sosialisasi dan sinkronisasi program kepada peserta didik sangat dibutuhkan, karena itu diharapnya dukungan semua pihak untuk mewujudkan program yang baik ini.

“Melalui pengetahuan diharapkan dapat mengubah sikap dan perilaku setiap orang dan keluarga untuk sadar kependudukan yaitu dengan membentuk keluarga kecil berkualitas, menyiapkan generasi penerus, menyiapkan hari tua dan memperhatikan lingkungan,” tuturnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DPPKB) Nurul Mu’minayati mengatakan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) merupakan program dari BKKBN.

“SSK sebagai implementasi nasional pengendalian kependudukan dan keluarga berencana dalam program – program pendidikan terintegrasi dan dikelola penyelenggara pendidikan melalui pemberdayaan sekolah serta memberikan kemudahan dan akses terhadap anak didik untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan khusus di bidang perlindungan dan keluarga berencana, pendidikan, kesehatan dan juga pemberdayaan ekonomi kreatif,” ungkap Nurul.

Sementara ketua panitia sosialisasi, Erminawati Ilham melaporkan 61 sekolah MIN dan MTs telah tergabung dalam MAS – IDUK.

“100 sekolah untuk SD, SMP se-kota Samarinda juga ketua komite telah kami undang Agustus lalu. Semoga kedepan kami dapat menuntaskan SD SMP MIN MTS se-kota Samarinda tentang sekolah siaga kependudukan di tahun 2023,” beber Erminawati. (Dho)

Bagikan:

Related posts