Bupati : Tarian Hudoq Merupakan Aset Seni Budaya Mahulu

MAHAKAM ULU, Swara Kaltim – Bupati Kabupaten Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh, mengajak seluruh stakeholder dan elemen masyarakat dapat mendukung dalam melestarikan budaya lokal yang diangap memiliki nilai positif.

Dengan mengunakan speedboat, Bonifasius Belawan dari Ibukota Mahulu, Ujoh Bilang, singgah di dermaga Kampung Lirung Ubing, Kecamatan Long Pahangai, disambut, gemuruh suara pukulan gong beirama dengan tabuhan tuvung (gendang panjang) yang terletak disekitar Lamin Adat Kampung Lirung Ubing.

Didampingi Ketua TP-PKK Mahulu Yovita Bonifasius disambut meriah dengan ritual adat pemasangan gelang manik ditangan kanan, selanjutnya beristirahat. Pada pukul 14.30 Wita, Bupati membuka secara resmi acara adat Hudoq Pekayang 2019 yang dilaksanakan selama 2 hari.

“Hudoq  Pekayang di Kecamatan Long Pahangai  rutin dilaksanakan setiap tahun. Ini merupakan  perwujudan dari UU Nomor 5/2017  tentang pemajuan kebudayaan, upaya melestarikan budaya daerah yang merupakan cikal bakal kebudayaan nasional,” ungkap Boni panggilan akrab bupati mahulu ini, sembari membuka secara resmi Hudoq Pekayang 2019 di Lirung Ubing.

Boni menjelaskan, budaya Hudoq Pekayang merupakan salah satu aset seni budaya daerah Mahulu yang dapat dikelola sebagai investasi dibidang pariwisata. Dia berharap, instansi terkait agar kedepan dapat mengemas Hudoq Pekayang agar menjadi daya tarik wisata.

“Karena sudah menjadi agenda tahunan, sehingga memiliki nilai ekonomi tinggi yang dapat dikelola agar Mahulu menjadi destinasi (tujuan) wisata. Jika dikelola dengan baik maka akan dapat menjadi salah satu bidang untuk kesejahteraan masyarakat dan menambah pendapatan daerah,” tukas Bonis.

Usai pembukaan, Bupati Bonifasius bersama Wabup Y Juan Jenau menyerahkan Maskot Hudoq pekayang 2019 kepada panitia sebagai tanda kegiatan hudoq pekayang dimulai.

Selanjutnya  bupati dan wabup juga Ketua DPRD Novita Bulan bersama 10 anggota DPRD Mahulu berbaur bersama masyarakat menari Karaang Hudoq di lapangan disamping Lamin Adat Lirung Ubing, hingga pukul 17.00 Wita.

Kemudian pada malam itu setelah pemberkatan doa (Misa) bersama masyarakat pukul 21.00 Wita, Bupati dan Wabup, Ketua TP-PKK, Sekdakab Yohanes Avun, Ketua DPRD Novita Bulan dan anggota DPRD Mahulu, turut menari karaang hudoq bersama 13 kontingen hudoq hinga tengah malam. Setelah itu, menari karaang huduq dilanjutkan secara bergantian hingga pagi hari.    

Hadir pula dalam kesempatan itu sejumlah Kepala SKPD Pemkab Mahulu, Camat Long Pahangai, Kapolsek Long Pahangai, Perwakilan Koramil Long Pahangai, para tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tamu undangan.

Penulis : Alfian

Editor   : Redaksi

Loading