Semangat Hari Pahlawan Menggema di Perbatasan NKRI-Malaysia

MAHAKAM ULU, Swara Kaltim – Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) merupakan daerah perbatasan wilayah timur Indonesia dengan negara tetangga Serawak Malaysia. Inilah bukti dari perjuangan para pahlawan terdahulu yang dilanjutkan generasi anak bangsa sebagai pahlawan masa kini.

Dapat dilihat, rasa patriotisme dan nasionalisme kebangsaan masyarakat di kabupaten perbatasan yang baru menginjak usia 6 tahun setelah pemekaran dari Kabupaten induk Kutai Barat, tidak akan luntur begitu saja dalam keterbatasan pembagunan sebuah daerah otonomi baru sejak pemekaran kala itu.

Semangat juang mereka sangat tinggi untuk bertahan diwilayah kabupaten perbatasan, walau segala kondisi yang sangat sulit dan keterbatasan yang ada, baik sarana dan prasaran, pelayanan kesehatan dan pendidikan, namun tetap membuat masyarakat 5 Kecamatan se-Mahulu itu tetap semangat. Sikap seperti itulah yang sangat mencerminkan nilai-nilai perjuangan yang dimiliki oleh para pahlawan Indonesia.

Tadi pagi sekira pukul 8.00 Wita, Pemkab Mahulu menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan, diikuti TNI-Polri para pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) tokoh pemuda dan siswa sekolah mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA, serta personel Satgas Pamtas RI-Malaysia, Yonif Raider 303/SSM Kostrad, dalam peringatan tersebut berlangsung hikmat di lapangan Ujoh Bilang, Kecamatan Long Bagun, Senin (11/11/2019) pagi.

Upacara dipimpin Wakil Bupati Mahulu Y Juan Jenau, dihadiri Dansatgas Pamtas RI-Malayasia, Yonif Raider 303/SSM, Letkol Inf Taufik Ismail, Sekdakab Yohanes Avun, Anggota DPRD dan para Asisten Setkab Mahulu berlangsung dengan khidmat, diwarnai dengan pembacaan sejarah para pahlawan dan UUD 1945 serta membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia.

“Melalui peringatan Hari Pahlawan ini, agar kita dapat lebih menghargai jasa dan pengorbana para pahlawan. Sebagaimana ungkapan salah seorang The Founding Fathers kita Bung Karno, yang menyatakan bahwa, hanya bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya dapat menjadi bangsa yang besar,” tukas Juan.

Setiap peringatan hari pahlawan harus dimaknai seluruh lapisan masyarakat sebagai tugas dan tanggung jawab untuk memajukan bangsa dan negara. Untuk itu ia ingin peringatan Hari Pahlawan ini membangkitkan rasa cinta pada para pahlawan.

“Sebagaimana tema peringatan Hari Pahlawan 2019 adalah Aku Pahlawan Masa Kini, menjadi pahlawan masa kini dapat dilakukan oleh siapapun guna memperkuat rasa cinta tanah air dan keutuhan NKRI,” papar Juan.

Ia mengatakan semangat yang ditunjukkan para pahlawan dan pejuang hendaknya perlu terus ditumbuh kembangkan di dalam hati sanubari hingga menjadi terpatri jiwa kepahlawanan di masa kini.

“Peristiwa 10 November di Surabaya mengingatkan kita bahwa kemerdekaan yang kita rasakan saat ini tidak datang begitu saja, namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa dari para pendahulu negeri,” tegas Juan.

Dansatgas Yonif Raider 303/SSM Kstrad, Letkol Inf Taufik Ismail mengatakan, pada hakekatnya adalah merupakan ungkapan rasa syukur, wujud penghormatan dan penghargaan kita terhadap para pahlawan kusuma bangsa yang telah menjaga kedaulatan NKRI.

“Bagi TNI, setiap peringatan hari bersejarah, senantiasa dijadikan sebagai momentum untuk melakukan refleksi historis, agar dapat melakukan introspeksi dan memetik pelajaran disetiap episode perjuangan nasional bangsa kita,” pungkasnya.

Penulis : Alfian

Editor   : Redaksi

Bagikan:

Related posts