Satgas Pamtas RI-Malaysia Gagalkan Penyeludupan Ribuan Botol Miras di Malinau

MALINAU, Swarakaltim.com – Sebanyak 2.880 Botol Miras ilegal dengan nilai Rp 300 juta berhasil diamankan Satgas Pamtas Yonif Raider 303/SSM Kostrad saat menggelar pemeriksaan di jalan poros Kabupaten Malinau, tepatnya di Kampung Belayan Kecamatan Malinau Utara.

Hal itu disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif Raider 303/SSM Kostrad letkol Inf Taufik Ismail, melalui edaran pers releasenya, Senin (8/1/2020) di Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu.

Dijelaskan Ismail, para pemasok miras yang tidak memiliki ijin dalam melancarkan aksinya selalu menggunakan berbagai macam cara, agar dapat melewati jalur perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia dengan aman. Salah satu nya yakni melintas di malam hari dengan membawa miras tersebut yang di tutup dengan tumpukan kayu.

“Seperti yang terjadi kemarin malam, ketika anggota menggelar pemeriksaan di jalan poros Kabupaten Malinau Pos Komando Utama (Kout) Satgas Pamtas Yonif Raider 303/SSM Kostrad yang di pimpin Serka Delianus Lase, berhasil mengamankan 2.880 botol Miras ilegal berbagai jenis dan merk dari mobil dump truck yang melintas,” terangnya.

lanjut Ismail, pelakunya salah satu warga Kabupaten Malinau berinisial ADS (36). Saat dumtruknya dilakukan pemeriksaan sesuai prosedur yang berlaku, warga tersebut tidak bisa menunjukan surat ijin atas ribuan botol miras yang di bawanya itu.

“Ini sudah menjadi tugas kita, untuk menyelamatkan masyarakat dari peredaran atau pengaruh jahat Miras. Kedepan di jalur poros Malinau ini akan kita perketat lagi ruang gerak para pelaku penyelundup miras lintas batas negara ini, supaya setiap aksi nya dapat kita gagalkan,” tegas Ismail.

Disamping tugas pokok menjaga kedaulatan NKRI, Satgas Pamtas RI-Malaysia ini, lanjut Ismail, bahwa seluruh jajaran anggotanya telah berkomitmen untuk memberantas segala macam peredaran miras di sektor selatan perbatasan wilayah Kabupaten Malinau.

“Kami ingin suasana di perbatasan ini aman dan kondusif, sebab peredaran miras ilegal ini tidak hanya berdampak kepada perorangan namun juga dalam kehidupan sosial, keamanan, serta menjadi faktor penyebab terjadinya kecelakaan di jalan raya,” pungkasnya.

Penulis : Riki

Editor. : Alfian

Bagikan:

Related posts