Setelah Resmi Terbentuk, KKDB Kubar Siap Bersinergi Dengan Pemerintah

KUTAI BARAT, Swarakaltim.com – Setelah terbentuknya kepengurusan Kerukunan Keluarga Dayak Bentian (KKDB) Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Kutai Barat, masa bakti periode 2019-2024 resmi dilantik. Para pengurus langsung dilantik oleh 9 Kepala Adat Besar Kampung, se-Kecamatan Bentian Besar, pada Sabtu (11/1/2020).

Prosesi pelantikan berlangsung di Lamin Adat Suku Dayak Bentian, yang terletak di Kampung Dilang Puti, Kecamatan Bentian Besar. Sementara pengurus yang dilantik untuk masa bakti 5 tahun ini, Ketua Umum KKDB Kaltim Wandi dan Ketua KKDB Kubar Lorensius Balak.

Prosesi pelantikan pengurus KKDB Kaltim dan Kubar

Sambutan tertulis Bupati Kubar FX Yapan yang disampaikan Kadissos Kubar Ampeng, mengucapkan selamat kepada para pengurus KKDB Kaltim dan Kubar, yang sangat diharapkan dapat bersinergi dengan Pemkab Kubar dalam perubahan demi kemajuan masyarakat dibidang pembangunan dan peningkatan perekonomian.

“Saat ini pemerintah daerah terus berupaya untuk menjalankan berbagai program kerja dan kegiatan yang muaranya adalah demi kesejahteraan masyarakat. Dalam prosesnya pasti ada kendala maupun hambatan. Namun dengan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat, kendala itu mampu di selesaikan,” ucap Yapan.

Para pengurus KKDB masa bakti periode 2019-2024

Ia juga mengajak untuk dapat menjaga keamanan, ketentraman dan ketertiban di wilayah perbatasan, serta menjaga baik hubungan antar suku, agama yang ada di wilayah Tanaa Purai Ngeriman, dimana wilayah itu merupakan Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah.

“Selamat atas terbentuknya Kerukunan Keluarga Dayak Bentian, semoga para pengurus yang terpilih dapat menjaga kerukunan dan kedamaian antar suku yang ada di wilayah Bumi Sendawar,” ujar Yapan yang disampaikan Ampeng, saat menghadiri syukuran pelantikan itu yang sekaligus dirangkai dalam perayaan Natal Oikumene malam itu.

Syukuran sekaligus perayaan Natal Oikumene warga Kecamatan Bentian Besar, Kutai Barat.

Ketua KKDB Kaltim Wandi dengan tegas mengatakan, agar budaya adat suku dayak bentian dapat dijaga, dilindungi dan dilestarikan. Tidak melakukan hal yang bertentangan dengan norma adat. Sebab, kata dia, suatu saat pasti bermamfaat yang membawa nilai ekonomis bagi warga Bentian.

“Pesan saya kepada putra-putri Bentian yang sedang menuntut ilmu pengetahua baik formal maupun non formal, agar dilakukan dengan serius, tekun dan bertanggung jawab. Jagalah nama baik sendiri. Jangan pulang pakai baju daster, tapi pulanglah pakai baju toga. Jangan pulang karena prustasi, tapi pulanglah dengan prestasi,” pesan Wandi.

Sementara Ketua KKDB Kubar Lorensius Balak telah siap membangun komunikasi kepada seluruh warga Bentian untuk saling bersinergi mendukung pemerintah daerah, melalui program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kita mengajak seluruh warga bentian menjadi satu wadah dalam kerukunan KKDB ini yang sangat nasional dan peduli terhadap program Pemkab Kubar. Tidak perlu diragukan, militansi nasionalisme kebangsaannya cukup tinggi, sesuai dengan AD-ART organisasi,” jelas Purnawirawan Anggota Polres Kubar itu yang juga mantan Kapolsek Bentian Besar ini kepada wartawan.

Penulis : Alfian

Editor   : Redaksi

Bagikan:

Related posts