Wujudkan Impian Warga Tiga Kampung, Bupati Mahulu Resmikan Listrik 12 Jam

MAHAKAM ULU, Swarakaltim.com – Serentak di tiga perkampungan masyarakat diwilayah Kecamatan Long Hubung, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dapat menikmati penerangan listrik berstandar PLN selama 12 jam.

Sedari dulu masyarakat di tiga perkampungan itu, yakni Datah Bilang, Lutan dan Long Hubung, belum pernah sama sekali menikmati listrik seperti yang diharapkan warga dapat digunakan sesuai kebutuhan rumah tangga sehari hari.

Namun hasil keseriusan Pemkab Mahulu dalam menangani sejumlah kebutuhan warga di 5 Kecamatan se-Mahulu itu, secara bertahap dapat mewujudkan impian warga dengan menikmati penerangan listrik yang memadai.

Bupati dan Wakil Bupati Mahulu, disambut warga masyarakat, dalam peresmian lsitrik PLN 12 jam di Darah Bilang dan Lutan, Senin (16/3/2020)

Dalam peggunaan listrik berstandar PLN itu, secara langsung Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh SH, membubuhkan tinta sakti disebuah dokumen berkas yang disaksikan Wabup Y Juan Jenau, Sekda Yohanes Avun, para anggota DPRD Mahulu, Manager PT PLN (Persero) UP3 Samarinda, Yuliandra Syahrial Nurdin.

Sedangkan peresmian listrik 12 jam di Kampung Datah Bilang dan Lutan, dilaksanakan secara serentak terpusat di Lamin Adat Datah Bilang, sekira pukul 12:00 Wita. Kemudian berselang satu jam kemudian, dilanjutkan peresmian listrik yang juga 12 jam terpusat di Balai Adat Kecamatan Long Hubung.  

Bupati Wakil Bupati Mahulu, bersama rombongan menjalani prosesi adat suku Dayak Kenyah di Kampung Datah Bilang.

Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh menyebut, bahwa penyediaan pasukan listrik merupakan program utama Pemkab Mamahulu guna mensejahterakan masyarakat yang harus dirawat secara seksama oleh warga setempat.

“Kebutuhan listrik warga harus dapat terpenuhi. Hal ini sejalan dengan program pembangunan Pemkab Mahulu, untuk mewujudkan impian masyarakat di perkampungan dengan penerangan listrik 12 jam hingga ke wilayah pelosok se-Kabupaten Mahulu,” jelas Boni.

Ia juga menyebut, kebutuhan listrik juga sangat dibutuhkan bagi warga kampung lainnya yang hingga saat ini belum teraliri jaringan listrik Negara ini. Oleh sebab itu kata Boni, pasokan listrik merupakan PR bagi pemerintah dan legislative, agar dapat memenuhi kebutuhan warga Mahulu.

Terpisah, Manager PT PLN (Persero) UP3 Samarinda, Yuliandra Syahrial Nurdin mengatakan, dengan diresmikannya penggunaan listrik di Kampung Datah Bilang dan Lutan, semoga menjadi berkah untuk memenuhi kebutuhan penerangan rumah tangga warga.

“Dengan adanya listrik 12 jam dapat digunakan warga dalam meningkatkan perekonimian sehari hari. Selain untuk penerangan, listrik yang ada saat ini bisa digunakan untuk usaha. Ini merupakan hasil kerjasama pemerintah dan legislative Mahulu,” singkatnya.

Penulis : Alfian

Editor   : Redaksi (SK)

Bagikan:

Related posts