Krisis Ekonomi Saat Pandemi, Warga Kubar Punya Dua Pilihan

Krisis Ekonomi Saat Pandemi, Warga Kubar Punya Dua Pilihan
Krisis Ekonomi Saat Pandemi, Warga Kubar Punya Dua Pilihan

“Pandemi berhasil menciptakan krisis yang dampaknya dirasakan oleh semua orang

KUTAI BARAT, Swarakaltim.com – Entah sampai kapan virus corona atau Covid-19 yang mewabah secara Nasional ini akan berakhir. Kata kata itu terucap dari Sekretaris Daerah Kutai Barat, Yacob Tullur dalam keterangan persnya di media center Covid-19, Sabtu (16/5/2020).

Pandemi mewabah tersebut berhasil menciptakan krisis yang dampaknya dirasakan oleh semua orang, tidak terkecuali kelas buruh/pekerja. Terhitung sejak Maret 2020, World Health Organization (WHO) mengeluarkan anjuran Social Distancing yang kemudian diubah istilahnya menjadi Physical Distancing demi mencegah penularan COVID-19.

Selaras dengan anjuran itu, Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan agar warga Indonesia melakukan work from home (WFH) atau bekerja dari rumah. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Kubar, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mengeluarkan instruksi dari kepala daerah, teruntuk pegawai kantoran agar bekerja dari rumah selam pademi.

Kendati demikian, bagi masyarakat pekerja informal masih harus terus beraktivitas di luar rumah, seperti karyawan perusahaan, buruh harian dan bangunan, pedagang keliling serta petani kebun yang harus bekerja setiap hari untuk menopang ekonomi keluarganya sehari-hari.

Tak banyak pilihan dari warga di Bumi Tana Purai Ngeriman saat ini, antara bekerja keluar rumah demi tetap berpenghasilan atau mengkarantina diri dan menganggur di rumah. Sedangkan bagi yang harus keluar rumah, maka rentan terpapar virus corona karena tak bisa mengisolasi diri selama pandemi tidak ditanggung pemberi kerja.

“Dalam situasi pandemi saat ini kita dihadapi dua pilihan. Pertama masyarakat harus mengikuti anjuran kesehatan dari pemerintah guna mendukung dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pilihan kedua, masyakarat harus keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dengan resiko tinggi tertular virus corona,” ungkap Yacob Tallur.

Menurut Yacob Tullur selaku juru bicara percepatan penangan Covid-19 wilayah ini, sebagian warga yang harus keluar rumah untuk memenuhi kebetuhan ekonomi keluarganya sehari hari. Maka dianjurkan agar tetap mengikuti anjuran kesehatan dengan mengunakan masker saat beraktivitas diluar rumah.

“Oleh karena itu, kita menghimbau agar taat mengikuti anjuran kesehatan dengan selalu menggunkan masker saat keluar rumah maupun dalam aktivitas kerja diluar rumah. Sebab kita belum tau hingga sampai kapan wabah ini berakhir,” imbuhnya sembari mengakhiri keterangan pers ke awak media, pukul 21.00 WITA.

Sebelumnya Yacob Tullur memaparkan data geografis penyebaran Covid-19 di 16 Kecamatan se-Kubar. Data tersebut dirangkum Pusdalops BPBD dan Dinas Kesehatan, per tanggal 16 Mei 2020 sebagai berikut.

Penulis : Alfian

Editor   : Redaksi (SK)

Loading