Kubar Nambah 1 Positif Lagi, Mirisnya Pasien Ada 2 Bayi Yang Masih Kecil

Kubar Nambah 1 Positif Lagi, Mirisnya Pasien Ada 2 Bayi Yang Masih Kecil

“KBR-19 (wanita 33 tahun) merupakan OTG kontak erat KBR 10 dari kluster Gowa”

KUTAI BARAT, Swarakaltim.com – Hingga saat ini tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Kutai Barat (Kubar) Provinsi Kalimantan Timur, terus meng’udapte data penyebaran virus corona di 16 Kecamatan se-Kubar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kubar Yacob Tullur selaku juru bicara tim gugus tugas wilayah ini kembali menyampaikan data pasien positif virus corona per hari ini Rabu (20/5/2020) di media center Covid-19 di Sendawar.

“Hingga saat ini wilayah Kubar tercatat kasus positif kebali bertambah 1 orang dengan kode KBR-19 (wanita 33 tahun) sehingga menjadi 19 kasus positif Covid-19,” ungkap Yacob Tullur, dalam keterangan persnya malam ini tadi, pukul 20.30 WITA.

Sangat memprihatinkan, sebab pasien ini akan menyusul suaminya yang terlebih dulu di ruang isolasi RS Pratama Linggang Bigung. Mirisnya lagi, wanita tersebut  memiliki dua bayi yang masih kecil-kecil.

“Pasien ini memiliki dua bayi yang masih kecil. Satu diantaranya berusia 2 tahun dan satunya lagi baru berusia 1 tahun,” keluh Yacob Tullur.

Kata dia, berdasarkan hasil PCR (Polymerase Chain Reaction) diterima tim gugus Covid-19 Kubar dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya, Ibunya positif terinveksi virus corona.

“Hasil PCR Ibunya dinyatakan positif, sementara kedua banyinya negative. Ini menjadi perhatian semua pihak terutama pihak keluarga. Jika ibunya di isolasi maka kedua bayinya harus ditinggal,” jelasnya.

Salah satu cara, lanjut Yacob Tullur, maka kedua bayinya tersebut akan dilakukan swab test ulang. Sehingga kedua banyi harus mengikuti jejak ibu dan ayahnya di ruang isolasi RS Pratama Linggang Bigung.

“Rasa tidak mungkin memisahkan ibu dengan kedua bayinya. Ini menjadi tantangan tim medis, sebab harus bernegosiasi dengan pasien khususnya pihak keluarga, agar kedua bayinya mau di swab test ulang,” imbuhnya.

Ia menyebut, pasien belum bisa segera di isolasi karena harus menunggu hasil negosiasi dengan pihak keluarga. Selain itu, jika memang pasien harus dirawat efektip, maka mau tidak mau harus diisolasi dan meninggalkan kedua banyi tersebut.

“Sebab hanya di RS Pratama Linggang Bigung tempat perawatan pasien yang positif Covid-19. Karena memiliki fasilitas perawatan yang lengkap. Sehingga terbukti telah menyembuhkan 5 pasien yang dulunya positif menjadi sembuh,” pungkasnya.

Dapat diketahui, data yang dihimpun dari tim gugus tugas Covid-19 Kubar, pasien KBR-19 (wanita 33 tahun) merupakan OTG kontak erat KBR 10 dari kluster Gowa dengan keluhan batuk, pilek, serta memiliki hasil rapid test reaktif.

Penulis : Alfian

Editor   : Redaksi (SK)

Bagikan:

Related posts