Covid-19 Masih Ada, Utamakan PHBS

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, H Andi Muhammad Ishak mengatakan memasuki kehidupan normal baru berarti masyarakat sudah bisa melakukan apa saja, tentunya dibarengi dengan penerapan prinsip protokol kesehatan yang ketat.

Yang terpenting, harus mengutamakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Perilaku ini harus terus dilakukan memasuki kehidupan normal baru.

“Relaksasi atau kelonggaran saat ini merupakan suatu fase persiapan untuk memasuki kehidupan normal baru. Bagaimana protokol kesehatan itu bisa diterapkan dan dilaksanakan sebaik mungkin, dengan kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Andi Muhammad Ishak dalam konferensi pers secara daring, melalui rilis Humas Pemprov Kaltim, Ahad (5/7/2020) sore.

Karena, lanjut Andi Muhammad Ishak, kenyataan hingga saat ini penularan Covid-19 masih terus terjadi, ini terlihat dari peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi positif di wilayah Kaltim. Dan ini menandakan pandemi ini masih terus ada.

Kondisi terakhir perkembangan Covid-19 di Kaltim per Ahad, 5 Juli 2020, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 12.968 kasus, selesai pemantauan 12.280 kasus dan masih proses pemantauan 688 kasus. Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 850 kasus.

Untuk jumlah terkonfirmasi positif 584 kasus. Terjadi penambahan 30 kasus, terdiri Kutai Timur 19 kasus, merupakan pegawai perusahaan yang melakukan pemeriksaan mandiri sebelum kembali bekerja di Kutai Timur, dan Balikpapan (11 kasus). Jumlah pasien sembuh 435 kasus, meninggal delapan kasus dan masih dirawat 141 kasus.

Kecenderungan kasus-kasus terjadi dari para pekerja perusahaan yang baru kembali bekerja ke Kaltim ataupun rotasi di lingkungan perusahaan. Umumnya di dominasi oleh orang tanpa gejala (OTG).

“Ini harus menjadi perhatian dan tanggung jawab dari perusahaan, guna mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 secara lokal. Kerja sama semua pihak, terutama perusahaan agar bersama-sama bisa mengendalikan penyebaran Covid-19 di Kaltim,” pungkasnya. (aya/sk)

Bagikan:

Related posts