Ekonomi Syariah di IKN, Sami’na wa Atho’na

Caption: Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi (foto dokhumasprovkaltim)

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi menjadi salah satu pembicara dalam web seminar (webinar) yang digagas Institut Agama Islam (IAI) Tazkia Bogor, Selasa (11/8/2020).

Webinar memilih tema “Potensi Ekonomi dan Keuangan Syariah di Ibu Kota Baru Penajam”. Acara dipandu langsung oleh Rektor IAI Tazkia, Murniati Mukhlisin.

“Pertama kami harus berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah memilih Penajam Paser Utara sebagai lokasi ibu kota negara,” buka Hadi mengawali materinya dari kediaman dinas Wakil Gubernur Kaltim di Jalan Milono Samarinda, seperti dikutip Swara Kaltim pada situs berita Pemprov Kaltim.

Hadi menegaskan, tak perlu ada kekhawatiran berlebih terkait penerapan ekonomi dan keuangan syariah di ibu kota baru nantinya. Sebab dalam banyak momen krusial, seperti saat krisis moneter hebat yang menerjang Indonesia pada 1997-1998, ekonomi syariah justru mampu menjadi penyeimbang ekonomi nasional.

“Ekonomi syariah bukan sesuatu yang harus ditakuti. Justru ini akan menjadi penyelamat ekonomi nasional, apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini,” sambung Hadi.

Namun demikian, lanjut Hadi, Kaltim akan bersikap sami’na wa atho’na, mendengar dan taat terhadap model ekonomi apa pun yang akan dipilih pemerintah pusat untuk ibu kota baru tersebut.

Secara terbuka Hadi mengundang para cendekiawan, investor dan pegiat ekonomi syariah agar bisa datang ke Kaltim untuk menggali potensi yang prospektif dikembangkan menyongsong ibu kota negara baru nantinya.

“Angka kesembuhan di Kaltim lebih 65 persen. Karena itu, jangan khawatir untuk datang ke Kaltim yang penting PCR,” ajak Hadi.

Kaltim sendiri kata Hadi, sudah pula menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas untuk menyongsong ibu kota baru. Salah satunya dalam program Beasiswa Kaltim Tuntas, termasuk kerja sama dengan IAI Tazkia Bogor.

“Rencana tahun ini kami kirim 100 mahasiswa. Tapi karena Covid-19, tinggal 55 mahasiswa. Tahun depan kami akan kirim 145 mahasiswa. Terima kasih Institut Tazkia sudah berkontribusi untuk Kaltim dan Indonesia melalui pendidikan,” puji Hadi.

Webinar juga diikuti Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy Soeprihadi Prawiradinata dan pengamat ekonomi syariah Muhammad Syafii Antonio. Webinar diikuti tidak kurang dari 300 partisipan.(aya/sk)

Bagikan:

Related posts