Kontraversi Gunung Layung, Masyarakat Geleo Asa Dukung Aktivitas PT. Kencana Wilsa

KUTAI BARAT, Swarakaltim.com – Hadirnya perusahaan tambang batubara yang berada di kawasan Gunung Layung, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur, menuai kontraversi antara masyarakat kampung sekitar konsesi tambang.

Pasalnya rencana eksplotasi PT. Kencana Wilsa mengundang perhatian publik, akibat sebagian masyarakat yang tergabung di Forom Sempekat Peduli Gunung Layung (FSPGL), yaitu Kampung Ongko Asa, Pepas Asa, Geleo Asa dan Geleo Baru, menolak kehadiran tambang tersebut.

Bentuk penolakan itu dilakukan aksi damai dihadapan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kubar, pada Jumat (14/8/2020) kemarin. Aksi yang dipimpin Ketua FSPGL Kornelis Detang, diikuti puluhan masyarakat dan aktivis lingkungan yang khawatir dapat merugikan masyarakat dan merusak sumber mata air di Gunung Layung.

Sebaliknya ada tingkatan pemerintahan dan masyarakat Adat Kampung Geleo Asa mendukung PT. Kencana Wilsa untuk melangsungkan aktivitas tambang di wilayah itu, dengan alasan akan menambah pendapatan masyarakat kampung dan daerah.

Salah satu tokoh masyarakat yakni Idris yang juga mantan Petinggi Kampung Geleo Asa menyebut, hadirnya PT. Kencana Wilsa sejak 2018 lalu, masih terus menuai kontroversi di tengah-tengah masyarakat. Katanya, ada yang pro ada juga yang kontra. Tidak sedikit masyarakat yang menilai negative.

“Disisi lain dengan hadirnya perusahaan tambang juga bisa menjadi pemicu pembangunan daerah dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya Kampung Geleo Asa,” ungkap Idris yang juga diserukan sejumlah tokoh masyarakat saat meggelar konferensi pers, Sabtu (15/8/2020), terkait aksi damai di DLH Kubar, mencatut nama masyarakat kampung geleo asa kemarin.

Oleh karena itu, Idris bersama enam tokoh masyarakat setempat, yakni Perdinan, M Rubensyah, Abirnius, Ijuh, Pilus dan Rustam, sebagai perwakilan masyarakat Geleo Asa yang memiliki lahan diatas Gunung Layung, mendukung hadirnya PT. Kencana Wilsa diwilayah mereka.

“Sejak hadirnya PT. Kencana Wilsa, masyarakat telah merasa dampak ekonomi mulai meningkat. Selain itu bisa ditanyakan kepada masyarakat Kampung Muara Asa yang memiliki lahan dibawah kaki Gunung Layung. Sebab, perusahaan telah berkontribusi dengan sejumlah bantuan sosial. Seperti pengadaan air bersih, listrik kampung dan lainnya,” jelas Perdinan.

Hal yang sama dikatakan Ijuh selaku kaur pemerintahan kampung geleo asa mengatakan, perusahaan tambang ini telah membuka lapangan kerja kepada masyarakat dengan merangkul tenaga kerja lokal menjadi karyawan tambang di PT. Kencana Wilsa.

“Banyak sekali dampak positifnya kepada masyarakat geleo asa. Bahkan perusahaan telah memperbaikan jalan antar kampung yang dulunya hampir tidak bisa dilalui pengendara motor saat musim hujan akibat lumpur. Seperti jalan antar Kampung Geleo Asa menuju Benangaq, saat ini sudah nyaman dan dapat dilalui semua jenis kendaraan,” bebernya.

Senada dijelaskan Sekretaris Adat Kampung Geleo Asa, Pilus menegaskan, bahwa sumber penolakan oleh warga yang mengatasnamakan Forum Sempekat Peduli Gunung Layung, jika ada aktivitas tambang maka akan merusak mata air yang saat ini menjadi kebutuhan warga sekitar.

“Itu tidak benar, sumber air untuk kebutuhan masyarakat selama ini merupakan dari Sungai Waruk yang hulunya disebut Menteteq. Bahkan sebelum ada perusahaan tambang, sungai ini tidak bisa dikomsumsi warga disaat musim hujan. Sebab, hulu sungai menteteq berada dibibir jalan raya saat ini,” tutur Pilus.

Sementara M Rubensyah dan Abirnus menyebut, masyarakat berharap seiring dengan kehadiran PT. Kencana Wilsa sudah banyak memberikan manfaat kepada warga sekitar. “Maka tidak ada alasan bagi kami untuk menolak kehadirannya, harus kita dukung terus eksistensi perusahaan ini,” tegas berdua.

Rustam juga mengapresiasi kepedulian PT. Kencana Wilsa terhadap masyarakat sekitar lokasi tambang. Menurut dia, lebih tepat lagi karena perusahaan telah memiliki program sosial untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekitar, khususnya masyarakat Kampung Geleo Asa.

“Sudah tak bisa dinafikan lagi, jika kehadiran PT. Kencana Wilsa telah meningkatkan perekonomian warga setempat. Dengan terbukanya perusahaan ini, dapat menurunkan angka pengangguran. Karena perusahaan membuka ruang seluas-luasnya untuk pemberdayaan tenaga kerja lokal,” pungkas Rustam.

Pada kesempatan itu, diserukan pernyataan sikap atas kehadiran perusahaan tambang batubara tersebut. Dengan seruan berbunyi, “Kami Masyarakat Pemilik Lahan Kampung Geleo Asa, Menyatakan Setuju dan Menerima Perusahaan Tambang Batubara, PT. Kencana Wilsa di Wilayah Kampung Kami”.

Penulis : Alfian

Editor   : Redaksi (SK)

Bagikan:

Related posts