Agar Deteksi Corona Lebih Capat, DPRD Dukung Pemkab Mahulu Punya PCR Covid-19

MAHAKAM ULU, Swarakaltim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur, berencana membeli alat Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mempercepat proses uji lab swab, untuk mendeteksi lebih cepat paparan virus corona atau Covid-19.

“Rencana untuk pembelian PCR sudah dirapatkan oleh Pemda setempat dan DPRD Mahulu belum lama ini,” ungkap Ketua Komisi III Bidang Pembangunan dan mitra kerja dinas kesehatan, Hendrikus Keling, kepada wartawan, Selasa (8/9/2020).

Ia menyebut, rencana pembelian melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan diusulkan dana sebesar Rp.3 miliar ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Pria dikenal dengan nama panggilan HK ini mengatakan, karena Pemkab Mahulu sangat menginginkan RSP Gerbang Sehat Mahulu mempunyai alat swab sendiri sehingga tidak harus mengantri keluar daerah yang memakan waktu cukup lama.

“Kami menyetujui atas keinginan Pemkab Mahulu. Kalau memiliki alat tes swab sendiri dapat mempersingkat waktu untuk mengetahui hasilnya. Jadi tidak menunggu lama seperti saat ini,” tegasnya.

Menurut HK, secara prinsip pihaknya mendukung langkah Pemkab Mahulu berencana melakukan pengadaan alat PCR untuk mendeteksi secara dini paparan virus corona di Bumi Urip Keriman itu.

“Hanya saja, ada beberapa hal yang musti diperhatikan Pemkab Mahulu. Pertama harus mensubsidikan swab tes bagi warga yang sedang dalam urusan darurat, jika ingin keluar masuk wilayah Mahulu.

Tapi semua itu kembalikan kepada pemerintah melalui Dinkes agar memiliki alat tersebut. Kata HK, jika PCR direalisasikan dan sudah ada, diharapkan tidak membebani warga, jika ingin meminta pemeriksaan terpapar corona atau tidak begitu juga sebaliknya.

“Idealnya diprioritaskan dulu yang terindikasi corona, bagi lingkungan atau kawasan termasuk suspect mendapatkan layanan swab PCR digratiskan. Karena hanya mengandalkan rapid test, dalam penanganan corona agak sulit. Sebab positif atau tidaknya terpapar virus corona belum bisa dipastikan,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala DP2KB Mahulu Agustinus Teguh Santoso mengatakan, pihaknya telah mengusul rencana pembelian 3 unit mesin PCR Covid-19, melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) dari Provinsi Kaltim.

“Kita usulkan kalau bisa dibantu melalui Bankeu Provinsi. Besarannya Rp.3 miliar, untuk satu unit PCR plus aksesoris hingga untuk renovasi ruang laboratoriumnya,” jelas Teguh yang juga Wakil Koordinator Gugus Tugas Operasional Mahulu itu kepada wartawan.

Penulis : Alfian

Editor   : Redaksi (SK)

Bagikan:

Related posts