Seribu Desa Sapi

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Program nasional dalam menciptakan ketahanan dan kemandirian pangan asal ternak sapi, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian menggelontorkan program Seribu Desa Sapi.

Program ini menurut Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor sangat sesuai dengan program Kaltim untuk pembangunan dan pengembangan subsektor peternakan di daerah. Mengingat, potensi lahan dan keunggulan wilayah yang dimiliki Kaltim.

“Program Kementan ini bisa segera dikembangkan di Kaltim. Selain, pemberdayaan kelompok ternak dan koperasi, juga meningkatkan daya saing peternak di daerah,” katanya di Kantor Gubernur Kaltim, pekan lalu.

Dirinya meyakini kegiatan peternakan sapi selama ini cukup berkembang dengan mengoptimalkan potensi lahan dan kawasan tersebar di kabupaten dan kota. Sehingga, kedepannya kegiatan peternakan semakin maju dan Kaltim mampu memenuhi kebutuhan daging sapi sendiri.

Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Dadang Sudarya mengemukakan program Seribu Desa Sapi masuk dalam RPJMN dan segera direalisasikan pada 2021 untuk pengembangan peternakan sapi di seribu desa se Indonesia.

“Ditargetkan kelompok-kelompok ternak di desa mengarah ke korporasi atau berbentuk korporasi. Kegiatan peternakan sapinya dari hulu hingga hilir,” ujar Dadang.

Kegiatan ini lanjutnya, dikhususkan bagi kelompok ternak yang sudah mapan. Dimulai budidaya, memelihara hingga memasarkan mampu dilakukan kelompok ternak itu sendiri. Bahkan, produk ternaknya ada yang sudah dalam kemasan atau olahan, bukan sekedar daging atau sapi potong saja.

“Ini yang kita persiapkan kelompok ternak di desa-desa yang berbasis korporasi. Mereka lebih efesien dalam usaha peternakannya,” ungkapnya.

Dadang berharap kelompok ternak korporasi ini selain memahami pasar (konsumennya), juga bekerjasama dengan RPH untuk memudahkan pemotongan sesuai asas ASUH.(yans/sdn/humasprovkaltim/adv/aya/sk)

Bagikan:

Related posts