Tempe Asli HB, Produksi Loa Bakung Beromzet Hingga Rp 200 Juta Bakal Ekspor ke Jepang

Midun, pengrajin tempe Asli HB bersama Plt kepala Dinas Perindustrian Samarinda Rita Dinar (ditengah).

SAMARINDA, Swara Kaltim
Pandemi Covid-19 ternyata tidak memberi efek negatif terhadap pengrajin IKM Tempe Asli Harapan Bersama (HB) berlokasi di jalan Jakarta Perumahan Korpri kelurahan Loa Bakung Sungai Kunjang. Faktanya dalam sebulan mampu meraih omzet berkisar Rp 150 juta hingga Rp 200 juta.
“Kita dari Pemerintah selalu berupaya hadir di tengah masyarakat. Termasuk berada bersama pengrajin tempe asli HB yang terus menunjukkan prestasi dalam produksi hingga pemasaran,” ucap Plt Kepala Dinas Perindustrian Samarinda Rita Dinar kepada Swara Kaltim dalam kesempatan gelar produk industri di masjid Ar-Rasyidin jalan Jakarta, Kamis (22/4/2021) pagi tadi.
Rita mengapresiasi Tempe Asli HB yang akan melakukan ekspansi dengan diekspor ke Jepang.
“Untuk mendukung ini, minggu depan kita akan membawa pak Midun selaku pengrajin Tempe Asli HB ke rumah tempe Indonesia di Bogor,” ucap Rita.
Sementara Midun mengungkapkan selain bakal ekspansi ke Jepang, di pasar lokal sendiri sudah menyebar merata bukan hanya di Samarinda saja.
“Kita juga memasok di Pasar Segiri, pasar Pagi, pasar Kedondong, Palaran, Loa Janan, Tenggarong hingga ke Separi Tenggarong Seberang,” ungkap Bang Midun biasa Midun disapa.
Ia mengatakan omzetnya tidak terpukul di saat pandemi, dimana per bulan mencapai kisaran Rp 150 juta hingga Rp 200 juta.
“Di kondisi pandemi, warga masih bisa memakan makanan bergizi tinggi dengan harga murah. Walaupun murah, gizinya sama seperti daging, ayam, telur bahkan produk begizi mahal lainnya,” ucap Midun lagi.
Midun menyampaikan per hari produknya mencapai 6 kuintal kacang kedelai.
“Tapi dia berharap peranan dari pemerintah dimana masih mahalnya harga kacang kedelai. Saat ini per sak atau 50 kilogram harganya Rp 535 ribu dari sebelumnya Rp 360 ribu,” ungkap Midun lagi.
Midun menyampaikan untuk saat ini menggunakan alat manual dengan memberikan jaminan higienitas dengan memperkerjakan 8 pria dan 8 ibu-ibu yang merupakan sekitar.
“Untuk meningkatkan produksi lagi dalam memenuhi permintaan, kita akan menggunakan peralatan modern dan higien. Mudahan kita bisa mendapat dukungan,” pungkas Midun.(dho)

Bagikan:

Related posts