Rumah Dua Lantai Ludes Dilahap Sijago Merah

Caption: Tampak warga saling bahu membahu memadamkan api bersama petugas kebakaran.

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Saat sang pemilik rumah tengah istirahat siang, tanpa disadari api tengah beraksi di rumah lantai dua miliknya. Akibat kejadian itu satu rumah dua lantai milik Edi Masriansyah (55) ludes dilahap si jago merah.

Hal itupun diketahui oleh tetangga korban Akhmad Rojali yang kaget melihat api menyala dilantai dua rumah milik tetangganya. Aksi sijago merah tersebut terjadi di Jalan Kampung Baru RT. 023, Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Teluk Bayur, pada Minggu (2/5) sekitar pukul 15.10 WITA.

Setelah pintu rumah korban diketuk oleh tetangganya, spontan dirinya berteriak meminta tolong tetangga yang lain, dan langsung memadamkan api dengan pertolongan seadanya sampai mobil pemadam dari Kecamatan dan dari BPBD datang untuk memadamkan api.

Dari keterangan saksi mata, api pertama kali terlihat dari rumah korban, yakni di lantai dua rumah Ketua RT. 023 tersebut. Ia mengatakan, dirinya saat itu hendak berbelanja keperluan berbuka puasa, kemudian mencium bau gosong dan melihat kesekitar rumah, ia kaget melihat asap yang telah mengepul di atap rumah milik Edi Masriansyah.

“Melihat hal itu saya langsung menggedor pintu pak Edi untuk memberi tahu jika rumahnya telah terbakar,” ujar Akhmad Rojali.

Bahkan menurut saksi, Edi yang ketika itu sedang beristirahat, tidak tahu jika rumahnya terbakar. Sehingga ketika rumahnya diketuk, dan tahu rumahnya terbakar, ia pun segera meminta tolong untuk membantu memadamkan api.

“Warga yang mendengar teriakan, langsung berbondong-bondong memadamkan api dengan alat seadanya, pakai ember dan air sembarang, cuma apinya sudah terlanjur membesar,” jelas Akhmad Rojali.

Sementara itu menurut dari Kapolres Berau AKBP Edy Setyanto Erning Wibowo melalui Kapolsek Teluk Bayur Iptu Kasiyono menuturkan, lantai dua rumah korban merupakan kamar kosong, karena anak korban sedang kuliah di luar daerah.

Dimana, di dalam kamar tersebut terdapat kipas angin. kemungkinan kebakaran akibat korsleting listrik. Iptu Kasiyono juga mengatakan bahwa proses pemadaman sempat terkendala lantaran api sangat cepat membesar dan melahap rumah semi permanen yang lantai duanya terbuat dari kayu tersebut.

“Banyaknya material yang mudah terbakar membuat api cepat membesar,” terang Kasiyono.

Api yang cepat membesar membuat rumah Edi beserta isinya ludes dilahap api. Bersukurnya tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut. Namun, kerugian ditaksir mencapai Rp 800 juta. Api berhasil dipadamkan pada pukul 16.10 Wita dengan mengerahkan sebanyak 8 unit mobil pemadam kebakaran milik BPBD Kabupaten Berau.

“Kasiyono menghimbau kepada masyarakat yang ingin bepergian dan meninggalkan rumah dalam kondisi kosong untuk memastikan telah mengunci rumah dan memastikan barang elektronik yang ada tidak dalam posisi terkonek ke listrik, ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kebakaran, makanya nanti kami masih mau crosscheck kedalam, alat-alat apa saja yang terbakar,” pungkasnya. (nht*)

Publisher : Alfian (SK)

Bagikan:

Related posts