Sembilan Tokoh Dayak Inisiasi Terbentuknya PMDN, Jadi Jembatan Aspirasi Secara Nasional

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Sebanyak sembilan tokoh Dayak Kalimantan Timur menginisiasi terbentuknya organisasi paguyuban Dayak level nasional dengan salah satu tujuan sebagai jembatan aspirasi warga Dayak di level nasional dengan membentuk Perhimpunan Masyarakat Dayak Nasional (PMDN).

Setelah dilakukan rapat awal pembentukan PMDN pada 19 Juni lalu, langkah selanjutnya dilakukan pembuatan Akta Pendirian oleh Notaris Adhie Musjahranie Swastya Putra di kantor notaris Paulus Adam Jalan Pangeran Antasari, Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, Senin (21/6/2021).

Adapun 9 inisiator PMDN yang merupakan tokoh dari beragam sub etnis dan profesi, yakni Syaharie Jaang dari Bakumpai yang juga ketua Persekutuan Dayak Kalimantan Timur, Rudyanto Sulisthio Dayak Modang (Ketua PDKT Samarinda), Paulus Adam organisasi Sempekat Tonyooi Benuaq (STB) juga profesi notaris, Ajat Selli Dayak Kenyah (Wiraswasta), Arbanus Tokoh Pemuda Dayak dari Isen Mulang, Marthen Apuy tokoh politik dan akademisi, Ary Yaser Philipus mantan akademisi dan birokrat dari Lundayeh, Veronica Hinum tokoh perempuan dan birokrat dari Dayak Bahau Saq dan Erika Siluq ketua umum Gerdayak.

“Kami para inisiator akan mencari tokoh untuk menjadi caretaker yang akan bekerja paling lambat 1 tahun, dalam mempersiapkan kongres pertama memilih ketua umum dan mempersiapkan terbentuknya organisasi-organisasi yang berhimpun dengan PMDN,” ucap Syaharie Jaang seusai penandatanganan Akte Pendirian PMDN.

Karena lanjut Jaang, di masyarakat Dayak sudah ada organisasi nasional yang membidangi adat, yaitu Majelis Adat Dayak Nasional. Di Kaltim sendiri ada Dewan Adat Daerah (DAD) Kaltim yang merupakan legislatif dari organisasi Dayak, sedang PDKT adalah eksekutifnya.

“Oleh karena itu kedepannya, harapan kita ada organisasi eksekutifnya, ada pula legislatifnya. Ini saling berkomunikasi dan koordinasi bagaimana secara umum kebijakan pembangunan nasional karena kita ibu kota negara dan secara khusus bagaimana pembangunan Kalimantan juga di daerahnya masing-masing sehingga bisa bersinergi dengan seluruh anak bangsa yang ada di Indonesia ini, untuk membangun berazaskan Pancasila, UUD 1945 dan dibawah naungan NKRI,” tegas mantan Wali Kota Samarinda dua periode ini.

Jaang yang juga ketua DPD Partai Demokrat Kaltim berharap PMDN sebagai paguyuban besar skala nasional ini menjadi perekat daripada anak-anak seluruh bangsa dan negara.

Oleh karena itu Jaang mengatakan segera mencari caretakernya agar bisa segera terlaksana Kongres PMDN. “Nanti kedepannya kalau struktur sudah terbentuk, sudah kongres dan caretaker sudah terbentuk akan menghimpun semua sub etnis,” kata Jaang lagi.

Sementara Rudyanto menambahkan organisasi ini mendapat dukungan ketua-ketua organisasi dayak yang lain dan para tokoh lainnya.

“PMDN mendapat dukungan dari organisasi-organisasi dan tokoh Dayak. Mereka mendukung perkumpulan ini, supaya bisa menjembatani atau menyalurkan aspirasi dari bawah untuk kepentingan dayak secara nasional,” tegas Rudyanto.

Veronica menambahkan, mereka masyarakat Dayak harus bisa melihat peluang-peluang di depan, terutama dengan berdirinya ibu kota negara (IKN) di bumi etam Kaltim.

“Dengan IKN, dayak ini harus memiliki satu visi yang luas dan tidak lagi di lingkup Dayak saja, tapi menasional. Kita bukan lagi Dayak yang terkurung dalam satu adat istiadat tapi menuju modernisasi Dayak tanpa melupakan norma dan budaya yang ada di lingkup Dayak,” pungkasnya.(dho)

Editor : Redaksi

Publisher : Alfian (SK)

Bagikan:

Related posts