Alif Turiadi Geram, Jalan Rusak Depan SPBU Tak Kunjung Diperbaiki

Kukar, Swarakaltim.com – Wakil Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Alif Turiadi geram. Lantaran dipicu jalan akses menuju Kota Samarinda di depan SPBU Desa Teluk Dalam yang rusak parah, tak kunjung diperhatikan. Padahal jalan tersebut merupakan akses utama dan penting bagi masyarakat Kukar, khususnya Tenggarong Seberang. Ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dapat memperhatikan masyarakat disana.

Puncaknya, pada hari Minggu (18/7/2021) pagi. Ia pun turun bersama warga Desa Teluk Dalam dan sekitarnya, untuk bergotong-royong memperbaiki jalan sepanjang sekitar 300 meter tersebut. Meskipun dengan material dan kekuatan yang seadanya, dengan memanfaatkan tenaga masyarakat Tenggarong Seberang.

“Kepada Dinas PU Kukar terkait jalan ini, tolonglah ada bagian pemeliharaannya saja, sedikit saja sekitar 200-300 meter, jangan menunggu sangat rusak baru diperbaiki,” tegas Alif Turiadi, Minggu (18/7/2021).

Ajak Masyarakat Bergotong Royong Perbaiki Akses Jalan

Anggota DPRD Kukar yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tenggarong Seberang inipun, membeli ret batu besar yang kerap digunakan untuk menutup jalan yang berlubang. Juga batu-batu kecil untuk memperkuat batu-batu besar yang sudah ditumpuk di jalan yang berlubang. Dibantu dengan tenaga dari masyarakat untuk menutup satu demi satu lubang yang menganga cukup dalam.

“Karena tidak respon dari dinas, maka tadi inisiatif saya sendiri beserta warga membeli batu dan memperbaiki secara gotong royong, swadaya,” tambah Alif lagi.

“Ya batu besar dan batu yang kecil-kecil , minimal jalan berlubang sudah tertutup, walaupun baru batu kasar saja,” timpal Alif lagi.

Meskipun dianggapnya tidak maksimal, setidaknya masyarakat pengguna jalan tersebut sedikit merasa nyaman. Tidak perlu mencari dan menghindari jalan yang berlubang. Kadang juga menimbulkan kemacetan, ditambah lagi jika kondisi hujan. Jalan licin dan kadang membuat pengguna jalan jatuh.

Ia pun menegaskan, jika Pemkab Kukar harus serius dalam memperhatikan kebutuhan masyarakatnya. Tidak terlepas kebutuhan akan infrastruktur jalan yang memang digembar-gemborkan oleh pemerintah. Ia pun dengan tegas meminta instansi terkait, yakni Dinas PU Kukar untuk memilih akses mana yang sangat penting untuk diperbaiki. Jangan menunggu rusak hingga tidak bisa dilalui lagi baru bergerak mencari penyelesaian. (Bio/ADV)

Bagikan:

Related posts