Bantu Warga Sekitar, TPA Manggar di Kelola Menjadi Gas Metana

BALIKPAPAN, Swarakaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dan Pertamina Hulu Mahakam (PHM) bekerjasama dalam pengelolaan sampah menjadi gas metana (CH4). Nantinya hasil gas metana itu akan dimanfaatkan bagi warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar.

Menurut Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud, pihaknya mengapresiasi PHM yang telah berpartisipasi dan mendukung penuh pemanfaatan gas metana di TPA Manggar. Dikarenakan keberadaan TPA ini sangat bermanfaat dan hasil limbah sampah yang dianggap masyarakat berbau dapat dimanfaatkan menjadi gas metana.

“Hasil produksi gas metana dari TPA telah digunakan 120 kepala keluarga yang digunakan untuk memasak maupun penerangan” katanya.

Rahmad berharap, gas metana produksi TPA Manggar dapat lebih dikembangkan lagi dan dinikmati masyarakat luas. Dan kepada PHM tidak hanya membantu dari segi mendukung pemanfaatan gas metana,namun juga membantu dalam pendidikkan, kesehatan dan kegiatan sosial.

Sementara itu, General Manager PHM Agus Amperianto mengungkapkan, PHM telah memberikan bantuan berupa pemanfaatan gas metana untuk memasak dan penerangan yang dapat dinikmati untuk 120 KK dari total 640 KK warga sekitar TPA Manggar .

“Saya berharap PHM dapat memperluas bantuan infrastruktur bagi warga sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar Balikpapan dalam pemanfaatan gas metana kedepan nya,” ungkapnya.

Agus menjelaskan, pihaknya telah melakukan perluasan jaringan pipa yang disambungkan ke rumah-rumah dan pemanfaatan TPA Manggar sudah dilakukan sejak tahun 2018 diawali dengan isu pemanfaatan lingkungan. Kini, pihaknya menunggu usulan kembali Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk memperluas jaringan. Khususnya KK yang menjadi prioritas untuk sambungan baru.

“Adanya pemanfaatan gas metana dari TPA Manggar ke rumah rumah warga ini dapat meringankan warga, dibandingkan menggunakan elpiji melon dalam sebulan bisa menghabiskan 4 tabung,” tutupnya.
[15/9 17.26] DBE SMART FM: Gas Metana Sampah, Bahan Bakar Alternatif Pengganti gas Elpiji

Pemerintah kota sejak tahun 2013 telah bekerjasama dengan organisasi dunia ICLEI dalam pengelolaan sampah menjadi gas metana (CH4).

“Sekitar 600 kepala keluarga (KK) yang memanfaatkan gas metana hingga saat ini // Gas metana tersebut dialirkan di 3 RT seperti RT 36, 63 dan 61 kelurahan manggar dan dimanfaatkan untuk memasak maupun penerangan,” kata Pelaksana Tugas Dinas Lingkungan Hidup (Plh) Kota Balikpapan Nursamsiarini D. La Rosa kepada awak media. Rabu(15/9/2021)

Nursamsiarini menjelaskan, pemanfaatan gas metana di TPA Manggar bukan hanya oleh ICLEI, namun Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melalui dana CSR juga turut membantu dalam penyediaan infrastruktur pendukung bagi 120 KK warga sekitar TPA Manggar.

“Bantuan dari ICLEI sebelumnya telah membantu sambungan untuk 50 KK. Sedangkan Pertamina Hulu Mahakam 120 KK. Harapannya bantuan-bantuan tersebut, bisa terus berlanjut,” tegasnya.

Nursansiarini menjelaskan, meskipun dari sisi semua RT, belum semua warga terpasang jaringan pipa gas metana, namun paling tidak adanya jaringan gas metan yang terdistribusi yang sudah terolah bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar paling tidak untuk aktifitas memasak.

“Keberadaan gas metana dan dialirkan ke rumah rumah warga ini bisa lebih berhemat, karena murah secara ekonomis dibandingkan menggunakan gas elpiji ukuran 3 kg. Bahkan hanya Rp 10 ribu per bulan untuk biaya pemeliharaan,” jelasnya.

Dari 350-400 ton sampah yang masuk ke TPA Manggar setiap harinya sekitar 40 persen yang diolah menjadi gas metana kemudian dialirkan ke rumah-rumah warga.Gas yang terbuang ke alam kita manfaatkan dan dikelolah selanjutnya distribusikan melalui pipa-pipa atau penangkap metan.(*SIS)

Bagikan:

Related posts