Pulihkan Kerugian Uang Negara, Bupati Mahulu Beri Penghargaan ke Kasi Intelijen Kejari Kubar

Caption: Mewakili Bupati Mahulu, Kepala Inspektorat Mahulu Budi Gunarjo Ompusunggu, menyerahkan piagam penghargaan Bupati Mahulu ke Kasi Intelijen Kejari Kubar, Ricki R Pangabean, Selasa (12/10/2021)

KUTAI BARAT, Swarakaltim.com – Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) memberikan piagam penghargaan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), mengenai kinerja Adhiyaksa yang telah menjadi program penyelamatan uang negara miliaran rupiah.

Penyelamatan uang negara ini dilakukan Kejari Kubar atas pengungkapan dugan kasus tindak pidana korupsi pada pengadaan jaringan distribusi listrik dari dua kegiatan pelaksana kerja yang diputus kontrak pada Dinas PUPR Mahulu tahun anggaran 2019, sebasar Rp 1.778.288.305,35,- miliar, di Kampung Memahak Besar, Kecamatan Long Bagun.

Kepala Kejaksaan Negeri Kubar, Bayu Pramesti melalui, Kepala Seksi Intelijen Kejari Kubar, Ricki R Pangabean, mengucapkan terimakasih kepada pemerintah setempat terkhusus Bupati Kabupaten Mahulu, Bonifasius Belawan Geh atas Piagam penghargaan kinerja tim Adhiyaksa tersebut.

“Terima kasih atas piagam perhargaan yang diberikan Bupati Mahulu, bapak Bonifasius Belawan Geh atas keberhasilan kami dalam program penyelamatan uang negara pemda mahulu,” ungkap Kasi Intel Kejari Kubar ini yang akrab disapa Ricki, kepada wartawan, Selasa (12/10/2021).

Sementara Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, melalui Kepala Inspektorat Mahulu, Budi Gunarjo Ompusunggu, menyatakan kebanggaannya atas kinerja yang dicapai oleh tim Kejari Kubar atas penyelamatan uang negara miliaran rupiah itu.

“Kami apreasiasi atas kinerja tim Kejari Kubar. Selain itu kami sangat optimis, kedepannya akan lebih banyak lagi dapat menyelamatkan uang negara pada yang lainnya,”tutur Budi.

Untuk diketahui pengembalian uang dari terdakwa perkara tindak pidana korupsi pengadaan jaringan distribusi listrik di Kampung Memahak Besar, yang dikerjakan CV Tepian Sarana Eletrik, terjadi putus kontrak alias pekerjaan tidak selesai.

Sehingga kegiatan pengadaan pada Dinas PUPR Kabupaten Mahulu tahun 2019 itu, menjadi temuan dalam LHP BPK RI Nomor: 21.c/ LHP/XIX.SMD/2020 tanggal 23 Juni 2020, sebesar Rp1.778.288.305,35 miliar.

Penulis : Alfian
Editor. : Redaksi

Bagikan:

Related posts