Speedbout ke Mahulu Tak Dapat BBM, Jenazah Veteran TNI AD Berpangkat Serma Diinapkan di Rakit Sida Tering

Caption: Keluarga terpaksa menginapkan jenazah almarhum Lung Gun di pelabuhan rakit sida tering, karena speedbout yang rencana membawanya tak dapat BBM (dok-ist)

SENDAWAR, Swarakaltim.com – Akibat dari kenaikan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar mulai mengalami kelangkaan di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu).

Dampak dari kelangkaan BBM subsidi ini harus mencekik masyarakat kecil pencari nafkah. Tidak terkecuali para matoris taxi Speed Bout jalur sungai rute dari dan Tering-Long Bagun harus merasakan hal serupa.

Tak heran sering kali para matoris atau sopir speed bout mengeluh, dan terpaksa melakukan pembelian BBM subsidi di penjual eceran dengan harga mahal. Hal itu dilakukan agar pihaknya dapat menjalani usaha jasa transportasi angkutan penumpang dan barang antar dua kabupaten tersebut.

Sementara duka mendalam yang datang dari warga Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahulu. Dimana sore hari ini tadi Senin (7/11/2022), Jenazah almarhum Lung Gun diberangkatkan dari RSUD HIS terpaksa diinapkan di Pelabuhan Rakit Sida di Kecamatan Tering Kubar.

Hal itu dikarenakan armada speedbout yang hendak membawa jenazah mantan Veteran TNI AD berpangkat Sersan Mayor ini, tidak mendapat BBM yang dijual seperti biasanya ditempat kios kios pengecer BBM bersubsidi diwilayah tersebut.

“Terpaksa jenazah almarhum diinapkan di rakit sida untuk malam ini, karena speedbout yang hendak membawanya, tidak dapat BBM,” ungkap Bernard Yopie keluarga dari almarhum saat dikonfirmasi Swarakaltim.com, melalui pesan WhatsApp pukul 22.00 WITA.

Ditanya apakah sudah ada menghubungi pihak Pemkab Mahulu agar segera memberi bantuan armada speedbout untuk membawa jenazah almarhum. “Iyaa sudah, besok pagi sekira jam 7.00 WITA akan berangkat melakukan penjemputan jenazah dan keluarga duka,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan, nantinya setelah jenazah almarhum yang diberangkatkan dan tiba di Long Bagun. Selanjutnya akan kembali diberangkatkan menuju tanah kelahirannya dan dikebumikan di Kecamatan Long Pahangai.

“Yaa almarhum keluarga dari istri saya, sama sama dari Long Pahangai. Saat ini saya bersama keluarga duka menemani jenazah almarhum. Bersyukur cuaca malam ini lagi cerah, akan tetapi arus sungai Mahakam masih terus naik,” tukasnya.

Informasi yang dihimpun swarakaltim.com, almarhum salah satu pemuda mahulu pada jamannya sebagai pejuang Raiders/Redes TNI yang direkrut membela kemerdekaan NKRI. Menurut sumber terpercaya, banyak operasi TNI yang pada saat itu dilakukan, mulai dari operasi GM, Trikora, DI-TII, PKI serta yang terakhir operasi seroja di Timur Timur.

 Penulis : Alfian

Editor   : Redaksi

Publisher : Rina

Loading