Petugas Perumda Mulai Action, Segel Pelanggan Yang Tunggakannya Diatas 3 Bulan

Foto saat petugas lapangan melakukan penyegelan kesalah satu meteran dirumah pelanggan yang menunggak melebihi 3 bulan.

TANJUNG REDEB, swarakaltim.com – Penyegelan yang dilakukan oleh petugas dilapangan dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Batiwakal adalah salah satu bentuk sosialisasi yang terus dilakukan untuk menertibkan kewajiban pelanggan. Menurut Amanah dari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2009 Pasal 14 sampai dengan Pasal 16, tatkala tunggakan pelanggan diatas 3 bulan pada November 2022 maka akan dilakukan penyegelan pada meteran pelanggan.

Menurut penjelasan dari Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum Batiwakkal Saipul Rahman, mengacu kepada Perda Nomor 14 Tahun 2009, pada Pasal 15 (1) diterangkan bahwa pemutusan sementara adalah tindakan yang dilakukan PDAM kepada pelanggan berupa pencabutan meter air secara sementara.

“Pemutusan sementara ini ada 2 kategori, yang pertama pemutusan sementara selama 2 bulan karena adanya tunggakan atau pelanggaran lainnya, kedua pemutusan sementara atas permintaan sendiri atau minta diperpanjang karena minta jeda waktu, paling lama 6 bulan dengan membayar seluruh tunggakan serta membayar biaya bukaan segel,“ terang Saipul. 

Saipul juga menambahkan, jika pemutusan tersebut juga bukan sekonyong konyong, tahap awal pasti ada pemberitahuan kepelanggan. Namun jika pemberitahuan itu tidak dihiraukan oleh pelanggan yang menunggak dan jika temponya sudah melewati batas maksimal, maka petugas akan langsung turun dan menyegel meteran tersebut.

“Jika pelanggan sudah membayar kewajiban atas tunggakannya beserta biaya buka segel, maka paling lambat 1 x 24 jam segel akan dibuka oleh petugas,“ imbuh Dirut Perumda tersebut.

Saipul juga menjelaskan, jika pemutusan pelanggan ada juga pemutusan yang langsung dari pipa tertier sebelum masuk kemeteran. Hal itu bisa dilakukan Perumda jika pelanggan yang mendapat penyegelan sementara tidak menghiraukan teguran perusahaan, baik itu tidak membayar tunggakan maupun tidak mengajukan perpanjangan penyegelan secara pribadi.

“Dalam Perda, sudah ada tahapan tahapan tindakan atas pelanggaran pelanggan, namun diluar itu, kami tetap melakukan komunikasi dan mencari solusi terbaik demi kebaikan pelanggan dan perusahaan,“ pungkas Dirut yang selama 3 tahun sudah memimpin Perumda tersebut. (Nht).

Loading