DKK Balikpapan Meluncurkan Inovasi dan Website “Behimat Gula” Hidup Manis Tanpa Gula

Loading

BALIKPAPAN, Swarakaltim.com – Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud hadir langsung dalam peluncuran program inovasi dan website “Behimat Gula” (Balikpapan Hidup Manis Tanpa Gula). Dalam peluncuran itu dihadiri juga Kepala Dinas Kesehatan Andi Sri Juliarty dan dr Jaiz, Sekda Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni dan pengurus Asosiasi Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Dalam sambutanya, Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud menjelaskan, pihaknya menyambut baik dan mendukung inovasi yang dilaksanakan tim Dinas kesehatan karena website ini tentunya sangat bermanfaat dalam mencegah diabetes di Balikpapan.

“Saya pikir ini juga bermanfaat sebagai bagian daripada ikhtiar dan usaha kita itu untuk mencegah berbagai macam penyakit yang termasuk diabetes,” ujar Rahmad dalam kegiatan peluncuran inovasi dan website dirangkai dengan Pelantikan Pengurus Adinkes Kaltim di Ballroom Jatra Hotel Balikpapan. Minggu (14/5/’23)

Masyarakat perlu mengetahui, diabetes merupakan penyakit penyumbang yang besar terhadap penyakit di Indonesia.

“Salah satu inovasi yang kita singkat Behimat atau Balikpapan Hidup Manis Tanpa Gula jadi baguslah kurang-kurangin gula lah karena gula itu sumber penyakit,” tegasnya.

Lanjut Rahmad, tentunya setelah peluncuran inovasi dan website ini, maka terus dilakukan edukasi yang diterapkan kepada masyarakat sehingga pencegahan lebih baik daripada mengobati.

“Lebih mencegah daripada mengobati,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni mengapresiasi diluncurkannya inovasi ini.

“Namanya bagus, maka bagus lagi kalau disingkat Behimat. Akan lebih dikenal masyarakat agar membatasi dalam mengkonsumsi gula,” imbuh Sri Wahyuni mewakili Gubernur Kaltim.

Wahyuningsih berharap, tentunya melalui inovasi yang diluncurkan dapat mencegah dan menekan angka penderita diabetes di Kalimantan Timur.

“Edukasi terus masyarakat dengan berbagai inovasi. Karena ini adalah salah satu penyakit yang juga diwaspadai dalam penyakit tidak menular,” tutupnya(*/pr-pk’23)