Sosialisasi AMP-SR, Maksimalkan Upaya Pencegahan Kematian Ibu dan Bayi

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Mencegah dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kota Samarinda, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengadakan sosialisasi Audit Maternal Perinatal–Surveilans Respon (AMP-SR). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Mangkupelas, Kompleks Balai Kota Samarinda, Rabu (25/10/2023) pagi.

Selain sosialisasi, dalam acara ini juga turut membahas terkait diseminasi hasil rapat Pengkajian Kasus Kematian Maternal & Neonatal dengan peserta dari perwakilan dari berbagai rumah sakit yang ada di Kota Samarinda.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin dalam sambutannya mengatakan AMP-SR adalah upaya dalam penilaian pelaksanaan serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Sementara Sekretaris Dinkes Kota Samarinda, Irama Fitamina Majid dalam sambutannya menjelaskan tujuan pertemuan ini adalah untuk mencari solusi dan kebijakan dalam rangka mengurangi angka kematian ibu dan anak.

“Saat ini pemerintah sedang mengejar target penurunan angka kematian ibu dan bayi, serta penurunan angka stunting. Jadi kita harus mencari penyebab dan solusinya, bukan menyalahkan siapapun” jelas Irama.

Irama mengatakan 33,9 persen penyebab kematian ibu dan bayi baru lahir adalah kurangnya fasilitas pelayanan rujukan rumah sakit. Salah satunya adalah keterlambatan pelayanan rumah sakit dalam mengatasi kondisi ibu dan anak yang memburuk.

“Berbicara tentang SDM (Sumber Daya Manusia, Red), kita sudah banyak memiliki ahli spesialis dan dokter. Artinya dari segi SDM sudah terpenuhi. Tinggal bagaimana kita bertanggung jawab dalam memberikan kualitas terbaik” ungkapnya. (dho)

Loading