Dispusip Samarinda Berburu Naskah Kuno

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) kota Samarinda terus berburu naskah kuno yang ada di Samarinda. Naskah-naskah kuno tersebut dapat berbentuk tulisan di atas daun lontar atau kitab yang ditulis dalam bahasa Melayu, Jawa, Arab, atau Sanskerta.

“Sejak sosialisasi pada tanggal 1 November kemarin sudah ada yang melaporkan naskah kuno miliknya. Kemudian Senin 13 November sudah saya lihat di rumahnya dan esok Minggu saya dan staf akan mencoba mengalih mediakan naskah kuno tersebut yang berbahan lontar,” ucap Kepala Bidang Pengolahan, Layanan dan Pelestarian Bahan Pustaka Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Samarinda, Edy Wahyudi kepada Swara Kaltim, Sabtu (18/11/2023).

Ia mengakui kegiatan naskah kuno baru dimulai tahun 2023 sehingga mereka terus berupaya untuk mencari naskah kuno tersebut dan tentunya pula untuk mendukung program kegiatan belajar.

Mengenai naskah kuno yang akan dialihmediakan pemilik naskah kuno sendiri tidak tahu arti naskah kuno tersebut. Namun dikatakan Edy, setelah dialihmediakan perlu dilaporkan ke perpustakaan nasional untuk dibaca oleh ahlinya yang disebut filolog.

Edy menjelaskan, naskah kuno merupakan aset bernilai sejarah tinggi yang perlu dilestarikan. Karena bermanfaat untuk penopang perkembangan ilmu pengetahuan. Baik sebagai bahan literatur maupun penelitian.

Tak hanya mengumpulkan, lanjutnya naskah kuno juga perlu dialihmediakan. Untuk mencegah kerusakan karena faktor usia dan lingkungan.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk segera memberitahukan jika terdapat naskah kuno di lingkungan mereka. Menurutnya ini penting dilakukan agar naskah kuno tersebut dapat segera diselamatkan.

Ia menerangkan, bahwa naskah kuno merupakan dokumen tertulis tidak dicetak yang berumur paling rendah 50 tahun dan mempunyai nilai penting bagi kebudayaan nasional, sejarah dan ilmu pengetahuan.

“Tujuannya agar naskah kuno tersebut tidak punah sebagai benda sejarah serta jadi bahan edukasi untuk anak cucu kita nanti,” ungkapnya

Lebih lanjut, Edy menjelaskan klasifikasi naskah kuno ini beragam, ada yang ditulis dalam daun lontar, bambu, atau kulit kayu.

Bagi masyarakat Samarinda yang mengetahui keberadaan naskah kuno. Diharapkan menghubungi Perpustakaan Umum Daerah Kota Samarinda atau menghubungi nomor 08125851465. “Kami siap untuk membantu masyarakat dalam melakukan alih media naskah kuno,” ucapnya.(adv-dpk kaltim/dho)

Loading