Telkomsel Terus Akselerasikan Transformasi Digital UKM, Roadshow DCE Hadir di Balikpapan

BALIKPAPAN, Swarakaltim.com – Guna mendorong akselerasi transformasi digital di sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) Indonesia, Telkomsel kembali menggelar program Digital Creative Entrepreneurs (DCE).

Pelaksanaan tahun ketiga program DCE mengusung tema “Upgrade to Accelerate”, menunjukkan fokus Telkomsel terhadap peningkatan kapasitas dan kapabilitas digital UKM yang dapat memaksimalkan potensi ekonomi digital Indonesia. Sebagai Small Medium Enterprise (SME) impact accelerator, program DCE merupakan upaya penciptaan dampak sosial dalam proses bisnis berkelanjutan Telkomsel yang mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG).

Untuk mendorong keikutsertaan dari para pegiat UKM di seluruh Indonesia, Telkomsel menggelar roadshow DCE di Hobbies Coffee & Lounge Balikpapan pada Rabu (7/2/2024) diikuti peserta yang merupakan para pelaku UKM di Balikpapan. Menghadirkan para pembicara VP Area Account Management Telkomsel Samuel Pasaribu, GM Corporate Social Responsibility Telkomsel Andry P. Santoso, Manager CSR Education and Public Community Development Telkomsel Hadi Sucipto, Founder dan CEO Maha Mera Group Dio Ramadan, serta 3rd DCE Head Mentor sekaligus Founder Amugdala Bamboo Harry A. Mawardi yang berbagi insight dan pengalaman.

“Berdasarkan data Kementerian Keuangan pada laporan kinerja dan realisasi APBN tahun 2023 mencatat realisasi pendapatan negara menyentuh angka 2.774,3 triliun rupiah artinya tercapai 110% dari target. Sementara data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah tahun 2021 menunjukkan jumlah pelaku UMKM di Indonesia mencapai 64.2 juta dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 60.5% serta lebih dari 62 juta UKM dengan potensi digital. Hal ini menunjukkan peran UMKM turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang terus positif di Indonesia,” ucap General Manager Region Network Operations and Productivity Kalimantan Telkomsel Fredy Hilton Tambunan dalam siaran pers yang diterima Swara Kaltim, Rabu (7/2/2024).

Lebih lanjut Fredy panggilan akrabnya menyampaikan, mengutip studi BCG dan Telkom Indonesia pada 2022, 77% UKM Indonesia aktif mempekerjakan masyarakat setempat dan 67.5% di antaranya percaya bahwa mereka berdampak positif.

Dengan digitalisasi, sebutnya pemberdayaan masyarakat akan berlipat ganda hingga 1,4x lipat, meningkatkan jangkauan pasar secara nasional hingga 2,1x lipat dan kemungkinan ekspor hingga 4,6x lipat.

“Selaras dengan semangat Indonesia untuk berbagi harapan akan kemajuan negeri, yang menginspirasi semangat Telkomsel untuk terus berupaya menciptakan dampak sosial dalam proses bisnis berkelanjutan yang mengimplementasikan prinsip ESG, program DCE kami hadirkan kembali dengan mengambil peran sebagai SME impact accelerator guna meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para entrepreneur dan brand owners UKM lokal,” katanya.

Ia menyebutkan Telkomsel berharap program DCE dapat terus secara relevan mengakselerasi perkembangan bisnis UKM agar dapat bergerak dan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia secara inklusif dan berkelanjutan.

Menurutnya mengedepankan semangat kolaborasi, Telkomsel meningkatkan program DCE ke-3 tahun ini dengan kurikulum yang dikembangkan khusus untuk akselerasi pertumbuhan skala usaha UKM, membuka peluang proposal kolaborasi dengan ekosistem digital Telkomsel, penyelenggaraan kelas intensif bersama mentor dan ahli secara offline, keterlibatan komunitas-komunitas pendukung UKM seperti Rumah BUMN, inkubator bisnis kampus, dan komunitas kreatif lokal, serta peningkatan peran alumni sebagai pendamping mentor.

Telkomsel membuka pendaftaran program DCE hingga 27 Februari 2024 bagi UKM dari empat kategori Accelerate SME Tracks, yaitu F&B, Fashion, Craft, dan Personal Care.

Selanjutnya, upaya akselerasi pertumbuhan bisnis UKM dalam program DCE ke-3 akan dilakukan melalui kegiatan Onboarding bagi 300 peserta terseleksi dari seluruh pendaftar untuk mengenal lebih jauh ekosistem digital Telkomsel dan pemanfaatannya untuk pengembangan usaha, kegiatan Pitching Tracks bagi 32 peserta terpilih untuk penilaian business plan dan pemanfaatan digital dalam usahanya, kegiatan Academy bagi 12 peserta unggulan untuk membangun kapasitas bersama mentor dan ahli serta interaksi secara offline, serta kegiatan Awarding untuk final pitch dari 5 peserta terbaik.

Dihadirkan sejak 2021, hingga tahun ketiga pelaksanaannya program DCE telah mendukung pengembangan lebih dari 2.500 UKM lokal dan mencatatkan hingga 350 UKM terbaik sebagai alumninya.

“Semoga program DCE dapat mendukung UKM lokal agar dapat mencapai potensi maksimalnya, menciptakan dampak melalui inovasi yang inspiratif, serta memperkuat daya saing mereka di era ekonomi digital, baik di tingkat nasional maupun global termasuk di wilayah Kalimantan yang menjadi lokasi pembangunan ibukota negara baru, ” pungkas Fredy.

Informasi lebih lanjut mengenai program DCE ke-3 dapat diakses melalui laman dce.co.id dan media sosial Instagram @dce_id.(dho)

Loading