Harga Pangan Merangkak Naik, Masyarakat Diminta Bijak Mengelola Keuangan

Foto suasana saat Peninjauan di Pasar SAD oleh Pemkab Berau melalui OPD terkait

TANJUNG REDEB, swarakaltim.com – Bulan Ramadan tahun 2024 tinggal hitungan hari, memastikan stok pangan Pemerintah Kabupaten Berau melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Dinas Pangan beserta Instansi terkait lainnya melakukan pemantauan ke lapangan. Menjadi sasaran peninjauan adalah beberapa gudang distributor, Bulog dan Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), Jumat (1/3/2024).
Menurut penjelasan Kepala Diskoperindag Bumi Batiwakkal, Eva Yunita usai melakukan peninjauan kelapangan menjelaskan, stok pangan, khususnya beras, minyak goreng, tepung, gula dan lainnya masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Meskipun stok aman, namun harga pangan yang merangkak naik cukup signifikan salah satunya beras, terutama pada jenis medium dan premium.
“Hal itu terjadi akibat faktor-faktor seperti El Nino, peralihan musim, dan kebijakan pembatasan impor beras oleh Pemerintah menjadi penyebab utama kenaikan harga beras. Jujur kalau kondisi ini berkelanjutan, dimana harga beras sebagai kebutuhan pokok dikhawatirkan menimbulkan dampak terhadap daya beli masyarakat, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah,” papar Eva.
Selain beras tambahnya, memang stok pangan lainnya juga aman, akan tetapi harga kemungkinan terus naik mengingat bulan Ramadan. Pengalaman tahun tahun sebelumnya seperti minyak goreng, tepung, dan gula permintaan pasar menjulang. Hal ini diperkirakan akan menyebabkan terjadi kenaikan harga selama Ramadan, ditambah saat Lebaran 2024 tiba nantinya. Kenapa? karena kalau permintaan dari masyarakat terus meningkat pasti akan berpengaruh terhadap harga yang juga ikut naik.
“Untuk menghadapi situasi ini, kami minta masyarakat di Berau melakukan persiapan yang matang. Diperlukan langkah-langkah bijak dalam pengelolaan keuangan dan pemilihan jenis pangan yang dibeli dan yang terjangkau. Antisipasi dari Pemerintah daerah sejauh ini belum mengambil tindakan, sebab stok aman dan kenaikan harga masih terjangkau. Namun langkah-langkah strategis guna menjaga kestabilan harga pangan dan memastikan ketersediaan yang cukup selama bulan Ramadan hingga Lebaran berupaya dilakukan. Akan tetapi berupa program apa akan didiskusikan terlebih dahulu,” tutur Eva Yunita. (Nht/Day)