BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. PTMB Balikpapan kembali menegaskan, akan mengambil langkah dengan menyiagakan 30 mobil tangki, guna menjaga pasokan air bersih selama dampak El Nino.
Dampak El Nino tentunya akan mempengaruhi produksi air bersih di kota Balikpapan. Menurut
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, pihaknya akan menyiagakan 30 mobil tangki. Untuk jumlah armada tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang hanya sekitar 10 unit. Penambahan ini dilakukan sebagai respons terhadap turunnya kapasitas produksi air yang saat ini hanya berada di kisaran 75 persen.
“Nantinya armada tangki kita siapkan sekitar 30 unit, lebih banyak dari tahun lalu untuk memastikan distribusi air tetap berjalan, terutama ke wilayah yang mengalami penurunan suplai,” tegas Yudhi belum lama ini.
Lanjut Yudhi, untuk pendistribusian air bersih menggunakan mobil akan di fokuskan pada
kawasan terdampak, khususnya Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat yang selama ini memiliki keterbatasan sumber air baku. Nantinya PTMB, akan memanfaatkan bendali (bendungan pengendali) sebagai sumber air alternatif. Namun, air dari bendali tidak langsung dialirkan ke jaringan perpipaan. Air tersebut harus melalui proses pengolahan terlebih dahulu menggunakan instalasi pengolahan air (IPA) mobile atau mini sebelum didistribusikan ke masyarakat melalui mobil tangki.
Yudhi menjelaskan, PTMB menyiapkan sejumlah tandon atau penampungan air di titik-titik strategis guna mempermudah akses masyarakat terhadap air bersih, terutama di wilayah yang mengalami gangguan distribusi paling besar. Adapun kondisi penurunan produksi air ini tidak terlepas dari dampak fenomena El Niño kuat yang kerap dijuluki “Godzilla”. Fenomena tersebut menyebabkan curah hujan menurun drastis dan berdampak pada berkurangnya debit air baku di waduk serta tampungan air lainnya.
“Dampaknya sangat terasa pada sumber air kita. Beberapa waduk mengalami penurunan debit, sehingga mempengaruhi kapasitas produksi air bersih,” jelasnya. El Nino juga memicu musim kemarau yang lebih panjang, berkurangnya pasokan air permukaan, serta meningkatnya risiko kekeringan di sejumlah wilayah, termasuk Balikpapan.
Yudhi menambahkan, pihaknya memastikan tidak akan dibebani biaya tambahan. “Pelayanan tetap seperti air perpipaan, tidak ada biaya tambahan untuk distribusi tangki,” tegas Yudhi.(*/pr)