BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Untuk mempercepat pembangunan depo kontainer yang diproyeksikan menjadi pusat logistik terpadu, sekaligus solusi atas persoalan parkir liar kendaraan angkutan barang yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mempunyai proyek yang menjadi salah satu program strategis Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud. Proyek tersebut kini menunjukkan progres signifikan. Bahkan, setelah proses land clearing selesai dalam beberapa pekan ke depan, kawasan itu sudah dapat dimanfaatkan sementara sebagai lokasi parkir truk kontainer.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengatakan depo kontainer dibangun di atas lahan seluas 11,2 hektare yang merupakan aset Pemkot Balikpapan.
“Saat ini proses land clearing sudah mencapai sekitar 70 persen. Kami optimistis dalam lima hingga enam minggu ke depan pekerjaan tersebut selesai sesuai kontrak,” ujarnya. Senin(22/6/2026)
Menurut Fadli, berdasarkan hasil evaluasi terakhir bersama konsultan dan pelaksana proyek, progres pekerjaan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 80 persen.
Meski pembangunan fasilitas pendukung belum sepenuhnya selesai, area depo nantinya sudah bisa dimanfaatkan untuk menampung kendaraan angkutan barang.
“Begitu land clearing selesai, kawasan itu sudah bisa digunakan sementara untuk parkir kendaraan kontainer. Ini langkah awal untuk mengoptimalkan fungsi lahan yang sedang dibangun,” katanya.
Pada tahap awal, depo tersebut diperkirakan mampu menampung antara 15 hingga 17 kendaraan besar secara optimal. Bahkan kapasitasnya dapat mencapai sekitar 23 truk kontainer dengan berbagai ukuran.
“Kami mengambil perhitungan berdasarkan kendaraan terpanjang, sekitar 18 meter. Dengan ukuran itu, kapasitas awal diperkirakan mencapai 23 unit truk,” jelasnya.
Yang menarik, depo kontainer ini tidak hanya berfungsi sebagai terminal angkutan barang. Pemkot Balikpapan juga berencana membangun SPBU di dalam kawasan depo untuk menunjang aktivitas logistik.
Fasilitas tersebut dinilai menjadi keunggulan tersendiri karena belum banyak diterapkan di daerah lain, khususnya di Kalimantan Timur.
“Di dalam kawasan depo nantinya juga akan ada SPBU. Ini menjadi salah satu fasilitas pendukung yang sangat penting bagi kendaraan angkutan barang,” ungkap Fadli.
Menurutnya, konsep depo kontainer yang terintegrasi dengan fasilitas pengisian bahan bakar akan meningkatkan efisiensi operasional kendaraan logistik sekaligus mengurangi aktivitas parkir dan antrean truk di luar kawasan.
“Ini menjadi jawaban atas persoalan parkir liar truk yang selama ini terjadi. Pengemudi tidak perlu lagi mencari tempat parkir atau SPBU di luar kawasan karena semuanya tersedia dalam satu area,” katanya.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, Pemkot Balikpapan juga akan membangun gerbang utama di lokasi tersebut sebagai penanda kawasan strategis terminal angkutan barang.
Dalam waktu dekat, Wali Kota Balikpapan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dijadwalkan melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk melihat progres pembangunan dan memastikan manfaat proyek bagi masyarakat.
Fadli menambahkan, pembangunan lanjutan depo kontainer akan diupayakan melalui APBD Kota Balikpapan maupun dukungan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, depo kontainer ini akan menjadi salah satu infrastruktur logistik modern pertama di Kalimantan Timur yang mengintegrasikan area parkir truk, terminal barang, dan SPBU dalam satu kawasan.
“Kami berharap depo kontainer ini menjadi solusi jangka panjang bagi penataan angkutan barang di Balikpapan sekaligus mendukung peran kota sebagai gerbang logistik dan penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN),” tutupnya. (Adv Diskominfo Balikpapan)