Tembus Pasar Ritel dan Hotel, Pemkot Samarinda Geber Strategi Pemasaran AMDK ‘SAMAQUA’

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai menggeber strategi penetrasi pasar untuk memaksimalkan potensi penjualan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) “SAMAQUA”. Dengan dukungan investasi awal sebesar Rp6 Miliar dari alokasi gedung dan mesin produksi, Pemkot Samarinda optimistis produk BUMD ini mampu merebut pangsa pasar ritel modern hingga sektor perhotelan di Kalimantan Timur (Kaltim).

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan bahwa langkah awal pengenalan produk dilakukan melalui pendekatan business-to-business (B2B). Pemkot mengundang langsung para pengelola jejaring ritel modern dan pelaku industri jasa keuangan/akomodasi untuk menguji kualitas produk secara transparan.

“Kita panggil manajemen ritel modern seperti Indomaret, Era Mart, hingga pengelola hotel-hotel. Kita perlihatkan produknya, kita ajak mereka merasakan langsung kualitasnya. Menjual barang itu tidak boleh seperti jual dalam karung, harus transparan agar mereka yakin pada mutu SAMAQUA,” ujar Marnabas Patiroy.

Untuk menembus persaingan pasar lokal, Pemkot Samarinda menetapkan skema harga yang kompetitif bagi seluruh varian SAMAQUA. Produk ini hadir dalam kemasan gelas 220 ml dengan harga Rp26.000 per dus, kemasan botol 330 ml seharga Rp37.000 per dus, serta galon isi ulang seharga Rp8.000.

Marnabas menambahkan, Perumda Tirta Kencana juga tengah menyiapkan penambahan mesin cetak baru guna memproduksi varian botol 600 ml demi memenuhi permintaan pasar yang lebih luas.

“Harganya sangat bersaing dengan produk lokal lain. Untuk galon isi ulang cuma Rp8.000. Kami akan terus mendengar kebutuhan pasar. Jika ada permintaan untuk ukuran tertentu, mesin dan fasilitas cetaknya akan kita sesuaikan secara bertahap,” jelasnya.

Total nilai investasi yang digelontorkan untuk menghadirkan lini bisnis baru SAMAQUA mencapai Rp6 Miliar. Anggaran tersebut mencakup pembangunan fisik pabrik steril hingga pengadaan mesin-mesin pengolahan air berteknologi tinggi.
Marnabas menegaskan bahwa investasi modal daerah tersebut harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur distribusi yang solid agar barang dapat terserap optimal oleh konsumen.

“Investasi yang masuk untuk bangunan dan mesin-mesin ini sekitar Rp6 Miliar. Dengan modal tersebut, kita berkomitmen menghadirkan produk berkualitas yang mudah dijangkau oleh masyarakat Samarinda di berbagai saluran penjualan,” pungkasnya.(DHV)

www.swarakaltim.com @2024