SAMARINDA, Swarakaltim.com – Tahap akhir menjelang pengoperasian Terowongan Samarinda kini memasuki proses penilaian kelaikan oleh tim ahli dari pemerintah pusat. Di tengah jalannya proses asesmen tersebut, pemerintah daerah meminta masyarakat untuk lebih selektif dalam menyaring informasi yang beredar di jagat maya terkait kondisi fisik terowongan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyayangkan maraknya narasi keliru dan informasi sepihak di media sosial yang mengabaikan fakta di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menyebarkan dokumentasi lama saat proyek masih dalam tahap pengerjaan awal untuk membangun opini negatif.
“Masyarakat diimbau tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial. Kami memiliki tim siber yang mampu memverifikasi keaslian informasi dengan sangat presisi. Beberapa kabar negatif yang beredar kemarin murni keliru, karena mereka menggunakan foto-foto lama saat proyek masih berjalan lalu disebarkan kembali seolah-olah itu kondisi saat ini,” kata Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Ia menjelaskan bahwa kondisi fisik terowongan saat ini sebenarnya sudah selesai seratus persen dan tinggal menunggu legalitas operasional. Pengujian komprehensif pun melibatkan lembaga kredibel demi memastikan aspek keamanan penggunanya kelak.
“Proses pengujian berjalan sangat objektif karena tim ahli dari perguruan tinggi yang ditunjuk oleh kementerian melalui Komite Keselamatan Jalan, Jembatan, dan Terowongan sudah melakukan pemeriksaan langsung. Secara operasional struktur ini sudah siap, namun aturan hukum wajib mendapatkan izin dan sertifikasi dari Kementerian PUPR sebelum resmi dibuka,” imbuh Andi Harun.
Pemerintah Kota Samarinda memastikan peresmian jalur bawah tanah pertama di Kota Tepian ini akan segera dilaksanakan begitu sertifikat kelayakan diterbitkan oleh kementerian terkait. Warga diharapkan dapat bersabar menunggu hingga fasilitas publik ini dapat dinikmati secara legal dan memenuhi standar standar keselamatan nasional.(DHV)