Merah Putih Akan Berkibar di Habitat Hiu Paus Pulau Miang, YEKHALI SCUBA School Kerahkan 11 Penyelam

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Sebanyak 11 penyelam Yayasan Ekonomi Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia (YEKHALI) Self-Contained Underwater Breathing Apparatus (SCUBA) School disiapkan untuk mengawal pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut, tepat di habitat hiu paus di perairan Pulau Miang, Kabupaten Kutai Timur. Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mengangkat potensi wisata bahari dan kekayaan ekosistem bawah laut Pulau Miang.

Pimpinan YEKHALI SCUBA School, Auliansyah, mengungkapkan bahwa proses persiapan teknis serta koordinasi lintas instansi telah rampung dan siap dieksekusi bersama Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) serta kelompok masyarakat lokal.

“Persiapan sudah hampir 100 persen, tinggal berangkat bersama dari Samarinda ke Pulau Miang. Kami terus berkoordinasi dengan Pak Kadispar Kaltim dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Pulau Miang. Kami menurunkan 11 penyelam ditambah satu videografer dan fotografer underwater khusus,” ujar Auliansyah saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (12/8/2026).

Auliansyah menjelaskan, pengibaran bendera dirancang berlokasi tepat di habitat alami hiu paus (whale shark). Hiu paus yang memiliki nama ilmiah Rhincodon typus ini juga dikenal masyarakat dengan sebutan hiu tutul, karena memiliki pola bintik-bintik atau totol khas pada tubuhnya. Meski berukuran sangat besar, hiu paus dikenal sebagai satwa laut yang cenderung jinak dan tidak agresif terhadap manusia.

Berdasarkan survei dan penyelaman terakhir tim YEKHALI SCUBA School pada Januari lalu, kawasan perairan Pulau Miang dihuni sekitar 4 hingga 6 ekor hiu paus yang kerap berenang mengikuti bagan nelayan.

Prosesi pengibaran bendera didesain bergerak dari kedalaman 10 meter menuju kedalaman 2 meter di bawah permukaan laut. Kedalaman tersebut disesuaikan dengan ruang gerak alami hiu paus yang umumnya beraktivitas di kisaran kedalaman 7 meter hingga ke permukaan air.

“Skenario desainnya, tim pengerek bendera akan mulai dari kedalaman 10 meter lalu naik hingga maksimal 2 meter. Karena hiu paus ini biasanya main di kedalaman 7 meter sampai ke permukaan, jadi prosesi pengibaran dilakukan di rentang habitat mereka. Mudah-mudahan pada hari H tanggal 15 atau 16 Agustus hiu pausnya muncul,” terangnya.

Sebagai langkah antisipasi jika kawanan hiu paus tidak menampakkan diri akibat pergerakan alami satwa, YEKHALI SCUBA School telah menyiapkan lokasi alternatif di Latuhan Reef. Lokasi penyelaman ini memiliki keindahan terumbu karang yang dinilai sangat memukau, bahkan mampu bersaing dengan destinasi ternama seperti Gili Trawangan.

Selain pengibaran bendera, misi ekspedisi ini dirangkai dengan program pelestarian lingkungan berupa aksi transplantasi terumbu karang yang didukung penuh oleh Pokdarwis Pulau Miang serta komunitas penyelam Borneo Diver Community (BDC).

“Seluruh dukungan peralatan scuba disiapkan dari YEKHALI SCUBA School dan dibantu Pokdarwis lokal. Peserta yang terlibat merupakan gabungan penyelam bersertifikat, komunitas BDC, hingga Kepala Dispar Kaltim. Selain pengibaran bendera, kami juga menyiapkan aksi transplantasi karang untuk menjaga ekosistem bawah laut Pulau Miang,” tutup Auliansyah. (DHV)

www.swarakaltim.com @2024