SAMARINDA, Swarakaltim.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapangtani) Kota Samarinda menempatkan komoditas beras dan jagung sebagai prioritas utama dalam draf program kerja ketahanan pangan daerah. Langkah ini diambil guna memperkuat ketersediaan pasokan pangan pokok sekaligus menekan tingginya biaya produksi di sektor peternakan lokal yang kian meningkat.
Otoritas pertanian daerah menilai bahwa pemenuhan kebutuhan komoditas jagung secara mandiri memiliki dampak domino yang sangat besar terhadap stabilitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta harga pangan hewani di pasar tradisional. Tingginya biaya operasional peternak selama ini dipicu oleh ketergantungan pasokan bahan baku pakan dari luar daerah yang harganya fluktuatif.
“Prioritas kita yang utama adalah beras sama jagung. Kalau jagung, misalnya jagung—kalau beras kan untuk kita manusia. Kalau jagung itu pakan, pakan ternak. Kalau itu terpenuhi pakan ternak, insyaallah akan menurunkan harga pakan ternak,” kata Kepala Dinas Ketapangtani Kota Samarinda, Muhammad Darham.
Muhammad Darham menjelaskan bahwa ketidakmampuan mengontrol pergerakan harga pakan di tingkat hulu secara otomatis akan mengunci harga jual daging ayam ras dan telur di tingkat pedagang eceran. Oleh karena itu, intervensi pemerintah daerah diarahkan pada penguatan kapasitas produksi petani jagung pipilan di wilayah sentra perkebunan kota.
“Karena tinggi-tinggi harga pakan, otomatis kayak telur ayam atau ayamnya sendiri itu susah diturunkan,” sambungnya.
Guna memperluas cakupan lahan tanam, instansi pertanian daerah menjalin kemitraan taktis bersama jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memanfaatkan lahan-lahan tidur di tiap kecamatan. Sinergi lintas institusi ini dilaporkan telah berhasil memetakan dan membuka spot-spot perkebunan jagung baru yang potensial untuk menopang kebutuhan industri pakan lokal.
Berdasarkan hasil monitoring tim pengawas lapangan, kawasan Loa Janan Ilir, khususnya di wilayah Kelurahan Tani Aman, dinilai sebagai daerah yang paling menunjukkan performa pertumbuhan terbaik. Karakteristik topografi dan kesuburan tanah di zona tersebut dinilai sangat ideal bagi budidaya tanaman jagung pakan dalam skala luas.
Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menyambut baik draf program perluasan lahan agribisnis ini dan meminta agar bantuan sarana produksi seperti benih unggul dan pupuk bersubsidi didistribusikan secara tepat sasaran. Optimalisasi sektor pertanian pinggiran kota diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat kemandirian pangan Samarinda secara berkelanjutan.(DHV)