SAMARINDA, Swarakaltim.com – Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun mengajak para ayah untuk lebih terlibat dalam pengasuhan dan pendidikan anak melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS).
Ajakan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Wali Kota Samarinda yang mendorong seluruh perangkat daerah, instansi pemerintah dan swasta, satuan pendidikan, dunia usaha hingga media massa untuk mendukung pelaksanaan gerakan tersebut.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, drg. Deasy Evriyani, mengatakan GAMAS merupakan langkah nyata untuk memperkuat kehadiran ayah dalam kehidupan anak sekaligus membangun ketahanan keluarga.
Menurutnya, momen hari pertama sekolah bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi menjadi kesempatan penting bagi seorang ayah untuk memberikan dukungan emosional kepada anak saat memasuki lingkungan belajar.
“Melalui GAMAS, kami ingin mendorong para ayah hadir secara langsung mendampingi anak di hari pertama sekolah. Kehadiran ayah pada momen tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri, kenyamanan, serta semangat belajar anak,” ujar Deasy kepada wartawan, Senin (6/7/2026)
Ia menjelaskan, gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya mengatasi fenomena fatherless, yakni kondisi ketika anak kurang mendapatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan, pendidikan, maupun kehidupan emosionalnya.
Berdasarkan Data Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025, sekitar 25,8 persen anak di Indonesia mengalami kondisi fatherless. Karena itu, keterlibatan ayah dalam aktivitas sederhana namun bermakna dinilai sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui surat edaran tersebut, instansi pemerintah maupun swasta diimbau memberikan kesempatan kepada pegawai laki-laki yang berstatus ayah atau wali untuk mengantar anak pada hari pertama sekolah. Satuan pendidikan juga diminta memfasilitasi pelaksanaan GAMAS dan mendorong keterlibatan ayah secara langsung.
Selain GAMAS, Pemerintah Kota Samarinda juga telah implementasikan pelaksanaan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) sebagai upaya memperkuat keterlibatan ayah dalam pendidikan anak. Namun untuk menyambut tahun ajaran baru, GAMAS menjadi salah satu gerakan yang diharapkan dapat melibatkan lebih banyak ayah dalam mendampingi anak sejak hari pertama sekolah.
Deasy berharap gerakan tersebut tidak hanya berlangsung pada momen tertentu, tetapi menjadi budaya baru dalam keluarga.
“Anak membutuhkan kehadiran kedua orang tuanya. Ketika ayah dan ibu sama-sama terlibat dalam pengasuhan, maka akan lahir keluarga yang lebih kuat dan anak-anak yang lebih siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.(dho)