TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau optimistis Batik Derawan Maratua dapat menjadi identitas budaya sekaligus produk unggulan yang mampu menembus pasar internasional.
Optimisme tersebut muncul setelah peluncuran tiga motif batik khas Berau yang merupakan bagian dari delapan desain eksklusif hasil kolaborasi Ikatan Putera Puteri Batik Nusantara (IPBN) dengan Pemerintah daerah. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, saat ditemui beberapa waktu lalu.
“Pengembangan Batik Derawan Maratua merupakan program yang mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan melalui IPBN. Tema yang diangkat tidak hanya menampilkan kekayaan alam Derawan dan Maratua, tetapi juga mengangkat unsur budaya lokal sebagai identitas khas Bumi Batiwakkal,” jelas Eva.
Dari delapan motif yang telah selesai dirancang tambahnya, baru tiga motif diperkenalkan kepada publik. Seluruh desain tersebut merupakan karya orisinal yang telah memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HaKI), sehingga memiliki kepastian hukum dan tidak dapat disalin atau digunakan tanpa izin.
“Semua motif sudah memiliki HaKI. Nantinya hak tersebut akan dipersembahkan kepada Kabupaten Berau sehingga menjadi aset daerah yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan industri batik,” ujar Eva.
Ia mengungkapkan, peluang Batik Derawan Maratua untuk masuk ke pasar luar negeri cukup terbuka. Selain menyasar pasar nasional, IPBN telah membangun komunikasi dengan calon pembeli dari Jepang yang tertarik mengembangkan motif batik Berau sebagai bahan fesyen, termasuk untuk busana bergaya kimono.
Momentum tersebut akan diperkuat melalui ajang Pemilihan Putera Puteri Batik Nusantara pada September 2026 yang mengangkat tema Batik Derawan Maratua. Eva berharap kegiatan itu menjadi pintu promosi yang mampu memperkenalkan budaya Berau kepada masyarakat internasional sekaligus membuka peluang ekspor.
Menurutnya, apabila permintaan pasar terus meningkat, produksi batik akan diperluas sehingga memberikan dampak ekonomi bagi para perajin dan pelaku usaha lokal. Ia menilai perhatian yang diberikan terhadap budaya Berau merupakan kesempatan besar yang harus dimanfaatkan untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
“Kami berharap batik khas Berau tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha baru dan meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pasar nasional hingga internasional,” pungkasnya. (Nht/Bin)