Daffa, Owner Futura Crema (kiri) dan Joese Andrew, 2nd Place National Winner Cangkir Barista 2026 (kanan)
Oleh: Devi Mogot
Swarakaltim.com – Aroma sangrai biji kopi dan desis halus uap mesin espresso membumbung lembut, memeluk tiap sudut ruangan Futura Crema sore itu. Bagi saya, kedai ini bukan sekadar deretan meja dan kursi kayu. Ini adalah ruang “pulang”, tempat saya selalu merebahkan lelah seusai menembus riuhnya liputan jurnalistik di lapangan, tempat saya menumpahkan seluruh rasa dan kisah menjadi barisan kata.
Dan di meja bar yang hangat ini pula, 3 cangkir kopi menenun sebuah cerita manis tentang kepedulian dalam balutan aksi sosial bertajuk “Spreading Hope Toward a Stronger Indonesia”.
Kami berempat duduk didepan bar, membiarkan kehangatan suasana perlahan mengikis penat. Sore itu, kami disuguhi langsung oleh jemari mahir Joese Andrew (2nd Place National Winner Cangkir Barista 2026) yang memandu sesi charity performance experience, didampingi Daffa, sang pemilik Futura Crema.
Sementara rekan berjuangnya, Nanda Danuarta (5th Place National Winner Cangkir Barista 2026) yang bersama Joese merupakan dua putra kebanggaan Kalimantan Timur dijadwalkan menyapa penikmat kopi pada kloter berikutnya.
“Hari ini kami akan menyajikan tiga porsi kopi untuk kakak-kakak semua. Ada espresso, milk beverage, sama signature beverage by Futura Memori,” sapa Joese, diiringi senyum hangat yang melelehkan canggung.

Jemarinya menari begitu anggun dan presisi saat menimbang hingga meratakan bubuk kopi di portafilter. Di sela gerakannya yang intuitif, Joese membagikan secuil kisah dari panggung nasional yang pernah diraihnya.
“Acaranya dari Bank Indonesia, namanya Cangkir Barista. Dari total 2.500 peserta se-Indonesia, difiltrasi ketat lewat video. Alhamdulillah, puji Tuhan, Kaltim masuk lima besar. Saya dapat juara dua, dan Mas Nanda nanti yang take over jam tujuh malam dapat juara lima,” bisiknya rendah penuh rasa syukur.
Format kompetisi open service yang dijalaninya bak sebuah panggung pertunjukan kecil.
“Kita menyajikan kopi langsung di hadapan juri. Ada juri technical yang melihat presisi cara seduh, dan juri sensory yang merayakan rasa di dalam cangkir seperti kakak-kakak berempat sore ini,” tambahnya.

Untuk sajian pembuka, Joese menyatukan dua roastery pilihan: Toko Kopi Lajeng dari Bandung dan Triton Coffee Roastery dari Samarinda. Ia memadukan 16 gram Tenjolaya Arabica dengan 2 gram Excelsa Triton, melahirkan sebuah harmoni yang ia namai Safely Blend.
Cangkir espresso pertama mendarat cantik di meja bar. Saat tegukan pertama menyentuh bibir, kelembutan gurih nutty dan pekatnya cokelat langsung memanjakan lidah. Namun, keajaiban sebenarnya hadir di ujung sesapan: sensasi manis sweet orange yang sangat jernih memancar manis, menyisakan jejak yang begitu bersih dan membahagiakan.
“Saya namakan Safely Blend karena saya ingin espresso ini terasa ramah, bisa dipeluk dan dinikmati oleh siapa saja baik yang baru pertama kali merasai espresso maupun yang sudah terbiasa,” ujar Joese lembut.
Perjalanan rasa berlanjut ke sajian milk beverage berformat Piccolo. Sebelum memadukannya dengan susu, Joese membagikan sedikit rahasia kecil di balik mesin steamer.
“Proses steaming ini sebenarnya merawat zat laktosa di dalam susu. Saat dipanaskan di suhu 50 sampai 60 derajat Celsius, laktosa meluruh lembut menjadi glukosa yang manis dan creamy,” urainya.
Saat Piccolo diteguk, rasa nutty yang kaya dengan dominasi almond mengelus lembut indra pengecap. Cantiknya, begitu suhu cangkir perlahan meluruh, kilas kesegaran orange kembali mengintip malu-malu dari balik kelembutan busa susu yang pekat.
Sebagai pungkasan, Daffa mengambil alih meja bar untuk menghidangkan mahakaryanya: Charity: Damu Signature Beverage.
Tampilannya begitu molek. Dari balik gelas bening yang dingin, terhampar lapisan cold brew cokelat gelap di dasar gelas, ditutupi mahkota orange foam tebal beraroma buah yang begitu wangi. Ketika diseruput, rasa herbs yang hangat berpadu manis dengan kesegaran buah dan sentuhan acidity yang pas. Cold brew dan orange foam itu seolah menari riang di atas lidah sebuah sajian yang tanpa ragu mencuri hati saya sore itu.
“Nama minuman ini Charity,” tutur Daffa penuh ketulusan.
“Racikannya simpel menggunakan cold brew Tenjolaya Arabica dan Manglayang Wine dari Triton, dipadu Ijen Infuse Guava. Karena esensi utamanya adalah merajut dana untuk saudara-saudara kita yang terdampak Karhutla di Kalimantan Barat.”
Sentuhan kemanusiaan ini terasa kian hangat ketika Antony dari Triton Coffee Roastery menceritakan bahwa donasi kotor sebesar Rp5 juta hingga Rp10 juta rupiah yang terkumpul selama tiga hari akan disalurkan tanpa sekat birokrasi.
“Penyalurannya langsung melalui keluarga saya yang merupakan tokoh adat di Bengkayang, dibantu oleh relawan pemuda Dayak di sana. Jadi bantuan benar-benar memeluk mereka yang terdampak langsung,” tutur Tony.
Suasana sore itu kian berwarna dengan hadirnya sudut-sudut kreatif dari berbagai tenant lokal, seperti apparel Ayokehutan, pernak-pernik manis Hadi Wardoyo, jemari molek Nail art by Sanails, abadi momen di Posey Photobox, hingga pernak-pernik dari Yutha_Store.
Sembari mengecap sisa rasa manis di bibir, sebuah doa dilangitkan bersama di bawah atap Futura Crema. Semoga saudara-saudara di Kalimantan Barat segera pulih dari kabut asap, dan semoga langit Samarinda yang telah berbulan-bulan menyimpan rindunya segera meluapkan rintik hujan yang menyejukkan.
Sore itu, di sudut meja bar yang hangat, cangkir-cangkir kopi tidak hanya meracik rasa, tetapi juga memeluk harapan bagi Indonesia yang lebih kuat.