Kolaborasi Bedah Rumah Sasar Warga hingga Daerah Terpencil

SAMARINDA,Swarakaltim.com – Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Progres Bedah Rumah Kalimantan Timur di Ruang Heart of Borneo Kantor Gubernur Provinsi Kaltim, Senin, 21 September 2026.

Rakor dilaksanakan secara zoom dipimpin Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait didampingi Sekjen Kementerian PKP dan para dirjen, diikuti para gubernur dan kepala Balai/Satker PKP se Indonesia.

Atas nama masyarakat Kaltim, Gubernur Harum menyampaikan apresiasi atas perhatian Presiden RI melalui Program Asta Cita yang dilaksanakan Kementerian PKP dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat Benua Etam untuk memiliki rumah yang layak huni.

“Kami sangat berterimakasih Pak Menteri. Karena program Bapak Presiden ini sangat pantas untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kaltim,” katanya.

Bahkan Pemerintah Provinsi Kaltim sangat mendukung program nasional ini dan menyandingkannya dengan program daerah untuk membenahi rumah-rumah yang tidak layak huni.

Pemerintah pusat melalui Kementerian PKP untuk Kaltim pada tahun 2025 telah mengalokasikan bedah rumah 653 unit dan tahun 2026 meningkat sebanyak 3.741 atau bertambah 3.088 unit (naik 473 persen)

Sementara Pemprov Kaltim pada tahun 2026 telah mengalokasikan 500 unit melalui APBD murni dan ditambah 500 unit melalui APBD perubahan, sehingga totalnya 1.000 unit.

“Kami perlu kolaborasikan Pak Menteri. Sebab alokasi Balai PKP sebesar Rp20 juta per unit tidak akan cukup untuk daerah-daerah terpencil,” ungkapnya.

Kondisi geografis seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat dan Berau serta beberapa daerah pedalaman di kabupaten, diakui Gubernur jauh berbeda dengan daerah perkotaan.

“Kalau seperti Samarinda, Bontang atau Balikpapan, kami rasa Rp20 juta masih cukup, tapi kalau sudah daerah-daerah remote area kita perlu kolaborasi,” jelasnya.

Kepala Balai Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kaltim Mustofa Otfan menyebutkan program bedah rumah yang telah selesai 379 unit atau 10,31 persen dari target 3.741 unit.

“Kendala kita daerah yang jauh sulit dijangkau dan terpencil serta kondisi cuaca yang berdampak terhadap sulitnya jalur transportasi untuk distribusi material. Diantaranya banyak air sungai surut bahkan mengering,” ujar Mustofa Otfan didampingi Kepala Satker PKP Kaltim Rudi Yunanto.

Selain itu, kesulitan pembukaan rekening baru (Bankaltimtara) bagi penerima bantuan bedah rumah sekitar 233 unit.

“Segera Pak Menteri, secepatnya kami minta Bankaltimtara untuk jemput bola bagi warga penerima, tertutama yang berada di kawasan remote area,” pungkas Gubernur Harum.

Menteri PKP Maruarar Sirait meminta jajarannya, baik balai maupun satker agar melakukan komunikasi secara intensif dengan pemerintah daerah, terutama instansi terkait.

“Kepala balai juga satker komunikasi sama Pak Gubernur, sampaikan apa masalahnya, apa kendala yang dihadapi. Agar segera ditangani dan dicari soluasinya. Kita berkejaran dengan waktu. Sekarang sudah September dan target 31 Desember semua selesai,” tegasnya.

“Pak Gubernur bisa sampaikan ke masyarakatnya yang belum punya rumah, terutama UMKM agar lebih baik dan meningkat usahanya,” pintanya.(aya/sk)

Foto : Ist

www.swarakaltim.com @2024