SAMARINDA, Swarakaltim.com — Upaya mendorong kelompok tani yang merupakan istri nelayan di Kelurahan Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang, agar semakin mandiri dan mampu mengembangkan produk pangan lokal terus dilakukan.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mulawarman (Unmul) memberikan pendampingan terkait keamanan pangan, kehalalan produk, perizinan hingga pengelolaan keuangan sederhana.
Kegiatan yang digelar Sabtu (8/8/2026) tersebut merupakan lanjutan dari sosialisasi mengenai keuntungan pemanfaatan limbah udang yang sebelumnya telah dilaksanakan pada Rabu (8/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pendampingan mengenai aspek mutu, keamanan dan kehalalan produk, serta manajemen usaha sederhana yang disampaikan Fahrul Rozi, S.Gz., M.Si., dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman.
Materi diberikan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai standar keamanan pangan, kehalalan, serta prosedur perizinan bagi pelaku usaha rumahan. Dengan begitu, produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memenuhi ketentuan legal dan higienis.

Pelatihan kemudian dilengkapi dengan praktik pembuatan tabel buku kas atau keuangan serta penyusunan draft halal. Sesi tersebut dipandu Muhammad Nuzul Azhim Ash Shiddiq, S.Gz., M.Si., dan Chaidir Masyhuri Majiding, S.Gz., M.Si., yang juga merupakan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman.
Melalui pelatihan tersebut, peserta tidak hanya belajar menjaga kebersihan, keamanan dan kehalalan produk pangan, tetapi juga memahami cara mengurus izin rilis produk agar usaha dapat berkembang. Peserta juga diajarkan menghitung pemasukan dan pengeluaran dari hasil penjualan sehingga pengelolaan usaha menjadi lebih tertata.
Kegiatan dikemas secara interaktif melalui penyuluhan dan praktik langsung, mulai dari penyusunan buku keuangan hingga pembuatan draft halal. Dukungan juga datang dari aparat kelurahan dan tokoh masyarakat yang berharap pendampingan serupa dapat terus berlanjut.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong kemandirian ekonomi kelompok tani yang merupakan istri dari nelayan di Kelurahan Mesjid Samarinda Seberang sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujar Dr. Putri selaku ketua tim pengabdian masyarakat.
Program tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat yang diinisiasi Dr. Putri Anggreini, S.Farm., M.Farm., Apt., dosen Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman.

Tim juga melibatkan Nur Rezky Khairun Nisaa, S.Farma., M.Si., dari Fakultas Farmasi, serta Andi Tenri Kawareng, S.Gz., MPH, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat. Sementara dari unsur mahasiswa turut terlibat Naufal Akmal Ristyan dan Muhammad Dafiqi Al A’raafi.
Program yang memperoleh dukungan dan pendanaan dari DPPM BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun 2026 melalui kontrak Nomor 657/DST/UN17.L1/PM.01.01/2026 tersebut menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menerapkan hasil riset dan pengetahuan akademik agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sinergi antara dosen, mahasiswa dan warga pesisir diharapkan mampu melahirkan inovasi produk pangan lokal yang sehat dan berkelanjutan. Lebih jauh, pendampingan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan potensi lokal secara lebih profesional. (*/sk)