TENGGARONG, Swarakaltim.com – Denting musik tradisional, ragam prosesi adat, hingga kemeriahan masyarakat kembali menghidupkan suasana Tenggarong dalam Festival Erau Adat Kutai 2026. Di tengah denyut tradisi yang diwariskan lintas generasi itu, teknologi turut mengambil peran untuk membawa cerita budaya Kutai menjangkau lebih banyak orang.
Sebagai salah satu perhelatan budaya yang menjadi kebanggaan Kalimantan Timur, Erau kembali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Pengakuan tersebut semakin memperkuat posisi Erau sebagai salah satu agenda budaya yang tidak hanya dinantikan masyarakat lokal, tetapi juga menjadi bagian dari wajah pariwisata dan kekayaan budaya Indonesia.
Semangat menjaga agar tradisi tetap hidup sekaligus dapat dikenal lebih luas inilah yang turut didukung Telkomsel. Pada Festival Erau Adat Kutai 2026, Telkomsel menghadirkan dukungan konektivitas untuk memastikan masyarakat maupun pengunjung dapat tetap terhubung selama mengikuti berbagai rangkaian kegiatan.
Sebanyak tiga unit street macro 4G LTE berkapasitas tinggi disiapkan, ditambah optimalisasi BTS eksisting yang mencakup sejumlah titik kegiatan, mulai dari Stadion Rondong Demang, Kedaton Kutai Kartanegara, Museum Mulawarman hingga kawasan Simpang Odah Etam.
Manager Network Operations and Productivity Samarinda Telkomsel, Zulkifli Farma, mengatakan konektivitas menjadi bagian penting dalam menghadirkan pengalaman festival yang semakin terhubung dengan perkembangan digital.
“Festival Erau adalah denyut nadi dan identitas budaya kita bersama. Kami ingin keindahan tradisi Kutai dapat dinikmati dan disebarluaskan secara digital dengan lancar. Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati, Telkomsel menyiapkan teknologi dan layanan terbaik langsung ke tengah kemeriahan masyarakat,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Swara Kaltim, Jumat (25/9/2026).

Bagi masyarakat hari ini, pengalaman menikmati festival budaya tidak lagi berhenti ketika prosesi selesai. Momen-momen Erau dapat diabadikan, dibagikan, dan menjadi cerita yang terus bergerak melalui ruang digital. Dari Tenggarong, tradisi Kutai pun dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang berada di berbagai daerah, bahkan hingga mancanegara.
Karena itu, kehadiran konektivitas menjadi salah satu bagian yang melengkapi kemeriahan Erau. Teknologi tidak menggantikan tradisi, tetapi menjadi jembatan agar cerita dan nilai budaya yang ada di dalamnya dapat terus dikenalkan kepada generasi berikutnya.
Selain memastikan jaringan tetap optimal, Telkomsel juga menghadirkan booth layanan bagi pengunjung Festival Erau. Beragam aktivitas dan promo disiapkan, termasuk registrasi biometrik kartu perdana yang memberikan kesempatan mengikuti lucky draw, voucher diskon Janji Jiwa Culture, hingga program penukaran 3.000 Poin Telkomsel yang memberikan kesempatan memperoleh paket sembako.
Pengunjung juga dapat memperoleh informasi mengenai berbagai merchant penukaran Poin Telkomsel serta berkonsultasi langsung terkait kebutuhan layanan IndiHome maupun Telkomsel One.

Melalui dukungan tersebut, Telkomsel tidak hanya hadir menyediakan konektivitas di tengah keramaian festival, tetapi juga mengambil bagian dalam perjalanan budaya Kalimantan Timur yang terus berkembang di era digital.
“Melalui kolaborasi dan dukungan pada Festival Erau Adat Kutai 2026, Telkomsel berharap dapat terus berjalan beriringan dengan masyarakat Kalimantan Timur, merawat tradisi leluhur sembari terus membuka peluang kemajuan melalui pemanfaatan teknologi digital terdepan,” pungkas Zulkifli.(dho)