SAMARINDA, Swarakaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menegaskan komitmennya untuk memangkas hambatan birokrasi serta menjamin kemudahan izin bagi pengusaha perhotelan dan restoran di tengah tren penurunan tingkat keterisian kamar (okupansi) tahun ini.
Dukungan tersebut ditegaskan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BPC Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Samarinda di Hotel Five Premiere, Rabu (7/10/2026). Dalam agenda tersebut, Leny Marlina kembali dilantik sebagai Ketua BPC PHRI Samarinda beserta jajaran pengurus untuk masa bakti 2024 – 2029.

Andi Harun menyampaikan bahwa PHRI memberikan kontribusi yang sangat besar, baik terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), peningkatan citra hospitality kota, penyerapan tenaga kerja, hingga dukungan bagi UMKM dan produk ekonomi kreatif lokal. Oleh karena itu, Pemkot Samarinda hadir langsung untuk memastikan keberlangsungan sektor perhotelan.
“Bayangin lebih dari 200 miliar tahun lalu kontribusinya PAD. Nah, apa yang kita bisa berikan? Enggak banyak. Pokoknya beri kemudahan perizinannya, bantu jika mengalami kendala soal SLF kah, soal PBG kah. Belum lagi nanti kontribusinya terhadap CSR masyarakat. Tinggal kita dukung bersama Kamtibmasnya supaya orang betah datang ke Samarinda,” ujar Andi Harun, Rabu (7/10/2026).

Ia juga mengakui adanya kecenderungan penurunan okupansi pada tahun 2024 akibat efisiensi anggaran secara umum, di mana perolehan PAD sektor ini tercatat sebesar Rp166,9 miliar dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp205,9 miliar. Meskipun Demikian, ia menilai angka tersebut tetap baik di tengah kondisi ekonomi saat ini.
“Mudah-mudahan penurunannya tidak terlalu jauh, tapi angka hari ini sudah sangat bagus kalau dibanding keadaan ekonomi kita pada hari ini yang mengalami efisiensi besar. Jadi pokoknya PHRI Ibu Hj. Leny Marlina sukses terus bersama pengurus. Hotel kita, restoran kita juga tumbuh berkembang,” tutup Andi Harun.

Sementara itu, Ketua BPC PHRI Kota Samarinda, Leny Marlina, menyatakan bahwa kepengurusan baru yang telah dilantik dihadapkan pada tantangan berat, terutama terkait efisiensi anggaran fiskal pemerintah yang membatasi kegiatan di luar kantor.
Merespons situasi tersebut, Leny mengimbau seluruh anggota PHRI Samarinda untuk tidak bergantung pada belanja pemerintah dan mulai menciptakan inovasi secara mandiri.
“Saya mengimbau atau menyerukan kepada seluruh anggota PHRI Kota Samarinda, memang kita jangan terlalu ketergantungan kegiatan-kegiatan kita dengan pemerintah, tapi coba kita saling berkolaborasi membangun inovasi, misalkan tuh kita bikin kegiatan-kegiatan atau event-event secara mandiri untuk mendatangkan para pengunjung untuk masuk ke Kota Samarinda,” imbau Leny Marlina.
Leny menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan event mandiri akan memberikan dampak positif yang luas bagi kebangkitan ekonomi daerah secara keseluruhan.
“Kalau kegiatan-kegiatan itu bisa kita laksanakan, secara otomatis itu akan mendatangkan dampak positif bagi Kota Samarinda, bukan cuma kami sebagai penyedia jasa akomodasi, tapi juga secara menyeluruh industri perekonomian kita juga bisa bangkit bersama,” pungkasnya.(DHV)