BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Perencanaan Pembangunan dan Penataan Ruang (DPPR) terus berinovasi dalam mewujudkan tata ruang kota yang lebih efektif dan adaptif.
Tahun ini, DPPR mulai mengintegrasikan proses sinkronisasi program penataan ruang ke dalam sistem digital, sebagai langkah menuju transformasi perencanaan berbasis data.
Kepala DPPR Balikpapan, Irma Pertiwi menjelaskan, sinkronisasi ini merupakan bagian penting dalam menyesuaikan arah pembangunan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang baru ditetapkan. Meski idealnya proses ini dilakukan dua tahun sebelumnya, regulasi yang baru terbit membuat pelaksanaan baru dapat dimulai tahun ini.
“Sinkronisasi program penataan ruang sebenarnya alat untuk memastikan setiap rencana pembangunan sejalan dengan RPJMD. Karena Permennya baru, kami melakukan penyesuaian agar tetap sinkron dan relevan,”jelas Irma.
Melalui kegiatan ini, DPPR melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai program lintas sektor, termasuk infrastruktur transportasi, pendidikan, dan kesehatan. Setiap program akan dinilai apakah perlu dilanjutkan, disesuaikan, atau dihentikan, berdasarkan hasil peninjauan dan kesesuaian dengan tata ruang kota.
Menariknya, hasil sinkronisasi tahun ini tidak berhenti pada dokumen manual. DPPR menyiapkan aplikasi khusus yang akan memuat seluruh data hasil penataan ruang dan menjadi acuan digital untuk perencanaan di tahun-tahun berikutnya.
“Output-nya nanti tidak hanya dokumen, tapi juga aplikasi yang terintegrasi. Dengan begitu, semua pihak bisa mengakses dan memantau program pembangunan secara digital,”ujarnya.
Irma mengakui tantangan terbesar pelaksanaan Sinkronisasi Program Penataan Ruang (SPPR) kali ini adalah waktu pelaksanaannya yang bersamaan dengan penetapan RPJMD. Meski begitu, pihaknya optimistis langkah ini akan memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus menjadi pondasi bagi pengelolaan tata ruang yang lebih modern dan transparan.
“Memang tantangannya ada pada waktu pelaksanaan yang berbarengan, tapi ini momentum penting untuk membangun sistem penataan ruang yang lebih terukur dan digital,”tutupnya.(*/pknop118)