TANJUNG REDEB, swarakaltim.com – Sepanjang kurun waktu tahun 2025, menurut evaluasi Kepolisian Resor Berau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Berau menunjukkan kecenderungan membaik dibandingkan tahun sebelumnya. Akan tetapi untuk Narkoba dan kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) masih terus menjadi pusat perhatian petugas.
Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, jumlah tindak pidana konvensional mengalami penurunan. Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat sebanyak 283 kasus kriminal konvensional, lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 323 kasus.
Penurunan juga terjadi pada kejahatan yang berkaitan dengan kekayaan negara. Pada tahun 2024 tercatat 25 kasus, sedangkan pada 2025 turun signifikan menjadi 11 kasus. “Data ini menunjukkan adanya peningkatan efektivitas langkah pencegahan dan penegakan hukum yang dilakukan jajaran Polres Berau,” ujar Kapolres.
Secara akumulatif, jumlah gangguan kamtibmas sepanjang 2025 tercatat 435 kasus, menurun dibandingkan 485 kasus pada tahun sebelumnya. Kapolres menilai capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan.
Namun demikian, kasus narkotika masih menjadi tantangan serius. Selama 2025, Polres Berau menangani 124 kasus penyalahgunaan narkoba, meningkat tipis dibandingkan 123 kasus pada tahun 2024. “Peredaran narkotika sudah menjangkau hampir seluruh kecamatan. Peran keluarga dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk deteksi dini dan pencegahan,” tegasnya.
Dari hasil pengungkapan perkara narkoba, aparat kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 12.267 gram serta 18.640 butir obat-obatan terlarang. Kecamatan Derawan menjadi wilayah dengan jumlah barang bukti sabu terbanyak, yakni 828 gram, disusul Labanan 321 gram, Biduk-Biduk 304 gram, Segah 41 gram, dan Tanjung Redeb 11,25 gram. Sementara wilayah lainnya rata-rata berada pada kisaran 3 hingga 22 gram.
“Secara keseluruhan, barang bukti yang diamankan meliputi 13.877,55 gram sabu, 47,44 gram ganja, serta 18.640 butir pil Double L,” jelas Kapolres.
Berbeda dengan tren kriminalitas, angka kecelakaan lalu lintas justru mengalami peningkatan. Sepanjang 2025 tercatat 55 kasus kecelakaan, naik dibandingkan 33 kasus pada 2024. Dampak kecelakaan juga semakin serius, dengan korban meninggal dunia meningkat dari 11 orang menjadi 26 orang. Korban luka berat tercatat 46 orang, sementara luka ringan sebanyak 15 orang.
Kapolres menjelaskan bahwa meningkatnya volume kendaraan serta pembangunan infrastruktur jalan turut berkontribusi terhadap risiko kecelakaan. “Korban kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh karyawan swasta dan pelajar. Ini menjadi perhatian kita bersama untuk terus meningkatkan kesadaran berlalu lintas,” katanya.
Polres Berau juga melakukan pemetaan terhadap waktu dan lokasi rawan tindak kejahatan. Jam rawan tertinggi berada pada rentang pukul 21.00–23.59 Wita, 18.00–21.00 Wita, serta 15.00–17.59 Wita. Adapun lokasi yang paling sering menjadi sasaran antara lain kawasan permukiman, jalan umum, dan perkantoran.
Di sisi lain, aktivitas penyampaian pendapat di muka umum juga mengalami peningkatan. Selama 2025 tercatat 71 rencana aksi, dengan 35 kegiatan terlaksana dan 36 lainnya dibatalkan melalui proses mediasi. “Pendekatan dialog dan musyawarah tetap kami kedepankan dalam menjaga situasi tetap kondusif,” ungkap Kapolres.
Selain fokus pada penegakan hukum, Polres Berau turut berperan aktif mendukung program strategis nasional, seperti pengamanan distribusi pangan murah, penguatan UMKM, serta program ketahanan ekonomi. “Kami berkomitmen untuk hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (Nht/Azs).