SAMARINDA, Swarakaltim.com — Tawa ringan dan sapaan hangat mengisi Aula Serbaguna Sekretariat TP PKK Samarinda, Selasa (7/4/2026). Siang itu, para perempuan dari berbagai organisasi di Kota Tepian berkumpul dalam suasana yang jauh dari kesan formal. Halal Bihalal menjadi ruang melepas rindu sekaligus merajut kembali kebersamaan.
Di tengah suasana akrab tersebut, Ketua TP PKK Kota Samarinda, Rinda Wahyuni Andi Harun, mengajak seluruh organisasi perempuan untuk tidak hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga memperkuat peran strategis dalam pembangunan daerah.
“Alhamdulillah, hari ini kita berkumpul bukan dalam suasana rapat yang serius, tetapi dalam suasana yang lebih ringan, hangat, dan terasa kekeluargaan,” ucapnya membuka sambutan.

Berbagai organisasi perempuan hadir dalam kesempatan itu—TP PKK, Pokja Bunda PAUD, Dekranasda, Forum Kota Sehat, PPTI, ULD, Perwosi Kalimantan Timur, hingga Dharma Wanita Persatuan. Beragam latar belakang, namun berpadu dalam satu tujuan: memberi kontribusi terbaik bagi masyarakat.
Bagi Rinda, pertemuan ini bukan sekadar tradisi tahunan. Lebih dari itu, ini adalah pengingat bahwa perempuan memiliki posisi penting dalam membangun keluarga, masyarakat, hingga masa depan generasi.
“Kita hadir sebagai keluarga besar perempuan Samarinda yang memiliki satu tujuan mulia, memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, keluarga, dan generasi masa depan,” tuturnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada para pengurus dan alumni yang tetap aktif, meski di tengah kesibukan masing-masing. Dedikasi itu, menurutnya, menjadi energi tersendiri dalam menjaga keberlangsungan gerakan organisasi perempuan.
“Saya sangat bangga, di balik kesibukan masing-masing, ibu-ibu tetap hadir, tetap bergerak, dan tetap peduli,” ujarnya.
Rinda tak menutup mata bahwa perjalanan organisasi kerap diwarnai dinamika. Perbedaan pandangan hingga tantangan internal dinilainya sebagai bagian dari proses yang harus dihadapi dengan kedewasaan.
“Dalam perjalanan berorganisasi tentu tidak selalu mulus. Ada perbedaan, ada dinamika, namun itu adalah bagian dari proses yang harus kita jalani bersama,” katanya.

Karena itu, ia mendorong seluruh organisasi untuk terus memperkuat kolaborasi dan menjaga semangat kebersamaan. Perempuan, menurutnya, bukan sekadar pelengkap, melainkan penggerak yang mampu membawa perubahan nyata di tengah masyarakat.
“Harapannya, kebersamaan ini terus terjaga, sehingga kita bisa semakin kuat dalam memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kehangatan acara terasa hingga akhir. Bukan hanya sebagai ajang saling memaafkan, Halal Bihalal ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguat komitmen perempuan Samarinda untuk terus bergerak bersama, menghadapi tantangan zaman dengan semangat kolaborasi.(dho)