Agar Betah Bertugas, Kesejahteraan Nakes di Perkampungan Perlu Perhatian

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Sektor Kesehatan di wilayah Kabupaten Berau terus saja mendapat keluhan, terbaru mengenai belum meratanya penempatan tenaga kesehatan (nakes) khususnya dokter. Terbaru lagi terkait beberapa puskesmas di perkampungan lumpuh sementara pasca Hari Raya Idulfitri lalu.

Kenapa hal itu terjadi? Ternyata menurut Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bumi Batiwakkal, Sakirman via seluler, disebabkan oleh nakes yang menerima mandat penugasan khusus belum menerima gaji selama dua hingga tiga bulan, sehingga tidak dapat menjalankan tugasnya secara optimal.

“Ini sangat memprihatinkan. Bagaimana para nakes tersebut bisa bekerja kalau haknya belum diberikan. Jangan sampai kondisi ini berkepanjangan, sebab masyarakat yang dirugikan karena pelayanan tidak berjalan,” ungkap Sakirman.

Menurutnya, persoalan keterlambatan pembayaran hak tenaga kesehatan tersebut harus segera diselesaikan oleh Pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, karena menyangkut keberlangsungan pelayanan publik yang bersifat mendasar. Sebab, upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada fasilitasnya, tetapi juga pada manajemen penempatan dan perhatian terhadap kesejahteraan nakes itu sendiri.

“Tenaga kesehatan ini adalah ujung tombak pelayanan. Kalau mereka tidak bekerja, maka masyarakat yang akan merasakan dampaknya secara langsung. Kalau penempatannya tepat dan hak-hak mereka diperhatikan, kami yakin pelayanan akan jauh lebih baik,” tambah Sakirman lagi.

Harapan DPRD, terkait persoalan keterlambatan pembayaran hak hak nakes, agar Pemerintah daerah dapat bergerak cepat dan responsif , sehingga pelayanan kesehatan di Kabupaten Berau dapat kembali berjalan optimal dan merata di seluruh wilayah terutama di perkampungan.

“Kami berharap ada langkah konkret dan cepat dari pemerintah daerah. Jangan sampai masyarakat menjadi korban dari persoalan yang sebenarnya bisa diselesaikan,” imbuh Sakirman sekaligus menjawab pertanyaan. (Adv/Nht/Sof)

www.swarakaltim.com @2024