SAMARINDA, Swarakaltim.com – Mahasiswa yang tergabung dalam UKM Student Entrepreneur Community (SEC) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman menggelar Seminar Sosio Project 2026 di Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kegiatan ini dirancang sebagai langkah nyata untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat perdesaan dalam menghadapi kemajuan teknologi digital yang semakin pesat.
Mengusung tema “Go Digital: Strategi Branding dan Promosi di Era Teknologi untuk UMKM dan Masyarakat”, acara ini menghadirkan akademisi sebagai pembicara utama untuk membekali warga dengan keterampilan pemasaran modern.

Peserta yang hadir terdiri dari para pelaku UMKM, masyarakat sekitar, hingga perwakilan pemuda desa yang antusias mempelajari pengembangan usaha berbasis digital.
“Sosio Project ini merupakan program yang sangat bagus karena kita bisa memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas, bahkan menjangkau wilayah desa. Walaupun terlihat kecil, potensi di desa sangat besar dan peserta yang hadir kemarin juga cukup banyak. Ini adalah cara kami memberi kontribusi nyata,” ujar Ketua Panitia Sosio Project UKM SEC FISIP Unmul, Raditya Arief Pratama.
Dalam sesi seminar interaktif tersebut, para pembicara memaparkan materi mulai dari pengenalan dasar branding digital, strategi pemasaran media sosial, hingga pemanfaatan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) untuk mendukung promosi usaha.
Selain teori melalui presentasi dan diskusi, peserta juga diajak melakukan praktik sederhana dalam mengelola akun media sosial bisnis serta menyusun konten promosi yang sesuai dengan target pasar.

Kegiatan ini muncul sebagai respons atas kebutuhan mendesak para pelaku usaha kecil untuk beradaptasi dengan peluang di era digital. Selain meningkatkan pemahaman teknologi, peserta juga dilengkapi dengan keterampilan membangun identitas merek agar produk lokal desa memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar yang lebih luas.
Pelaksanaan program ini tidak hanya berhenti pada tahap seminar. Panitia telah menyusun rangkaian tahap mulai dari koordinasi dengan pihak desa, pelaksanaan praktik langsung, hingga evaluasi berdasarkan umpan balik peserta.
Lebih jauh, Sosio Project 2026 juga mencakup program pendampingan dan pemantauan secara berkala melalui komunikasi digital guna memastikan materi yang diberikan benar-benar diterapkan oleh warga.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat ini, diharapkan tercipta ekosistem ekonomi digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Desa Loa Duri Ulu.
Langkah ini menjadi bukti nyata peran mahasiswa dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.(DHV)