SAMARINDA, Swarakaltim.com – Ketersediaan hewan kurban di Kalimantan Timur dipastikan aman berkat strategi penguatan stok yang melibatkan pasokan dari luar daerah hingga mencapai 70 persen. Meski ketergantungan pada pasokan luar masih tinggi, pemerintah provinsi menjamin stok yang masuk ke Kaltim saat ini telah melebihi angka 28 ribu ekor untuk menutupi kebutuhan masyarakat yang diproyeksikan sebesar 18.525 ekor.
Plt Kepala DPKH Kaltim, Fadly Sufiani, mengungkapkan bahwa peternak lokal saat ini baru mampu memenuhi sekitar 17 persen atau 4.000 ekor dari total kebutuhan. Oleh karena itu, skema pengiriman dari daerah asal ternak terus dipantau agar surplus stok tetap terjaga demi kenyamanan masyarakat dalam beribadah.
”Kami memilih untuk menyiapkan stok lebih banyak daripada kebutuhan agar saat permintaan masyarakat meningkat, hewan kurban sudah tersedia di lapangan. Total stok yang tersedia saat ini mencapai 28.688 ekor, sementara estimasi kebutuhan masyarakat diperkirakan di angka 18.525 ekor,” terang Fadly Sufiani, Rabu (13/5/2026).
Fadly juga menyoroti grafik pemotongan kurban di Benua Etam yang menunjukkan peningkatan tajam dari tahun ke tahun. Hal ini menjadi alasan utama mengapa DPKH Kaltim mengambil langkah proaktif dalam penyediaan stok hewan jauh sebelum hari raya Iduladha tiba.
”Jumlah pemotongan pada 2024 yang berkisar di angka 11 ribu ekor melonjak tajam menjadi sekitar 17 ribu ekor pada tahun 2025. Tren pemotongan hewan kurban di wilayah Benua Etam terus menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan dalam dua tahun terakhir,” tuturnya.
Di sisi lain, pemerintah terus berupaya menekan ketergantungan pasokan luar melalui program Pengembangan Desa Koperasi Ternak (PDKT). Program ini diharapkan mampu memperkuat sektor penggemukan dan pembiakan lokal sehingga di masa depan kontribusi peternak Kaltim bisa terus meningkat.
Mengenai harga pasar, saat ini sapi kurban dibanderol dengan harga kisaran Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram berat hidup. Fadly menegaskan bahwa pengawasan terhadap kualitas dan kesehatan hewan menjadi prioritas utama dinas untuk melindungi konsumen.
”Kami mengingatkan masyarakat agar memastikan hewan kurban yang dibeli dalam kondisi sehat dan tidak cacat. DPKH bersama jajaran di kabupaten dan kota akan terus melakukan pemantauan ketat terhadap distribusi dan kesehatan hewan di lapangan hingga hari pelaksanaan kurban,” tegas Fadly menutup penjelasannya.(DHV)