BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Pemerintah Kota (Pemkota) Balikpapan terus memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, agar mampu bersaing di dunia industri. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Balikpapan memilih memperluas kolaborasi dengan perusahaan, forum HRD, hingga pemerintah pusat untuk memastikan tenaga kerja lokal memiliki keterampilan dan sertifikasi kompetensi.
Kepala Disnaker Balikpapan, Adamin Siregar, menegaskan bahwa setiap program pelatihan yang dijalankan tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga wajib menghasilkan sertifikasi resmi bagi peserta.
“Pelatihan yang kita lakukan, lulusannya harus mendapatkan sertifikasi. Itu sudah menjadi standar yang kita terapkan dalam pelatihan tersebut,” ujar Adamin, Rabu (13/5/2026)
Menurutnya, sertifikasi menjadi modal penting bagi tenaga kerja lokal untuk dapat diterima di sektor industri yang kini semakin menuntut kompetensi spesifik dan terukur.
Adapun pelatihan yang diberikan mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) hingga pengoperasian alat berat. Pesertanya pun berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, tidak hanya lulusan SMK, tetapi juga sarjana yang memenuhi persyaratan.
Meski demikian, Adamin mengakui adanya tantangan dari sisi pembiayaan. Tahun lalu, anggaran pelatihan mencapai sekitar Rp1,2 miliar, sedangkan tahun ini mengalami penyesuaian akibat efisiensi anggaran.
Namun, kondisi tersebut tidak membuat Disnaker menurunkan target peserta pelatihan. Sebaliknya, pendekatan kolaboratif diperkuat agar program tetap berjalan optimal.
“Tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Makanya kita dorong kolaborasi dengan perusahaan melalui CSR, forum HRD, dan balai pelatihan dari kementerian,” jelasnya.
Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah pengiriman peserta pelatihan ke Cepu menggunakan dukungan anggaran pemerintah pusat senilai sekitar Rp500 juta. Sebanyak 15 peserta asal Balikpapan mengikuti program tersebut dan telah dinyatakan lulus.
Selain itu, pada awal tahun ini, Disnaker juga telah memberangkatkan 15 peserta lainnya melalui skema pelatihan serupa.
Adamin menilai, pola kerja sama lintas sektor menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja lokal tanpa sepenuhnya bergantung pada kemampuan fiskal daerah.
“Sumber anggaran bisa dari mana saja, yang penting hasilnya tercapai. Kita fokus pada output, berapa banyak tenaga kerja yang tersertifikasi dan siap kerja,” tegasnya.
Di sisi lain, Disnaker juga memastikan proses rekrutmen peserta dilakukan secara terbuka. Informasi pelatihan diumumkan melalui media sosial resmi Disnaker Balikpapan agar dapat diakses masyarakat luas.
Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi akan mengikuti proses seleksi sebelum diberangkatkan mengikuti pelatihan.
Ke depan, Pemerintah Kota Balikpapan berharap semakin banyak tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi bersertifikat, sehingga mampu mengisi kebutuhan industri yang terus berkembang di kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut.
Penguatan keterampilan dan sertifikasi, tenaga kerja lokal diharapkan tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri, tetapi mampu menjadi pemain utama dalam pertumbuhan ekonomi Balikpapan ke depan.(Adv Diskominfo Balikpapan)