BALIKPAPAN-Swarakaltim.com. Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, mengungkap strategi berbeda dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah, bukan sekadar menarik investasi, tetapi memastikan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat lokal.
Menurutnya, kunci keberhasilan pembangunan kota terletak pada stabilitas sosial yang dibangun dari kesempatan kerja bagi warga sendiri. Oleh karena itu, ia secara tegas mendorong para investor dan pelaku usaha untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal hingga 70 persen.
“Kita ingin investasi yang masuk tidak hanya besar di angka, tapi juga terasa dampaknya bagi masyarakat. Minimal 70 persen tenaga kerja harus dari warga lokal,” tegas Rahmad, Rabu,(6/5/2026)
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut bukan tanpa alasan. Ketika masyarakat memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan yang cukup, maka stabilitas sosial akan terjaga. Kondisi ini pada akhirnya menciptakan efek berantai positif, mulai dari meningkatnya daya beli hingga terciptanya lingkungan kota yang aman dan nyaman.
“Kalau warga bekerja dan ekonominya cukup, kota ini akan kondusif. Itu yang membuat investor juga semakin yakin untuk masuk,” ujarnya.
Rahmad menilai, stabilitas daerah menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan kondisi yang aman dan nyaman, aktivitas investasi akan meningkat, lapangan kerja terbuka luas, dan perputaran ekonomi semakin kuat.
Dampak nyata dari pendekatan tersebut, lanjutnya, terlihat dari capaian Balikpapan yang berhasil mencatatkan angka kemiskinan terendah di Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa capaian itu harus dijaga dengan konsistensi kebijakan yang berpihak pada masyarakat.
“Ini bukan untuk dibanggakan berlebihan. Justru ini jadi tanggung jawab kita untuk mempertahankan dan meningkatkan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan kota tidak cukup hanya dengan narasi atau klaim keberhasilan. Menurutnya, yang terpenting adalah hasil nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kita tidak perlu banyak bicara. Tunjukkan saja apa yang sudah kita berikan untuk kota ini,” ucapnya.
Ke depan, Rahmad optimistis Balikpapan dapat terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sosial. Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, ia yakin berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan warga dapat berjalan optimal.
“Kalau kita kompak dan bersatu, program yang pro-rakyat pasti bisa kita wujudkan,” tutupnya.
Pendekatan ini menegaskan arah pembangunan Balikpapan: bukan hanya mengejar pertumbuhan, tetapi memastikan setiap kemajuan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan warganya.(Adv Diskominfo Balikpapan)