SAMARINDA, Swarakaltim.com – Kondisi Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di kawasan Jembatan Mahkota yang sering padam mendapat perhatian serius dari Komisi III DPRD Kota Samarinda. Pihak legislatif mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera merealisasikan perbaikan di titik tersebut guna menghindari terjadinya insiden kriminalitas maupun kecelakaan lalu lintas akibat minimnya penerangan.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Dishub Samarinda untuk menagih kepastian jadwal perbaikan. Menurutnya, persoalan lampu jembatan merupakan kebutuhan mendesak yang menyangkut keselamatan orang banyak sehingga tidak boleh dikesampingkan.
“Saya menanyakan langsung kepada kepala dinas kapan persoalan tersebut bisa direalisasikan, karena ini menyangkut kebutuhan yang mendesak dan berkaitan dengan keamanan masyarakat. Kami tidak ingin ada kejadian yang disebabkan padamnya lampu penerangan jalan umum,” tegas Deni Hakim Anwar.
Deni mengakui bahwa saat ini pemerintah kota sedang melakukan efisiensi anggaran yang berdampak pada penentuan prioritas program. Meski begitu, ia mengingatkan agar persoalan keamanan publik tetap menjadi prioritas utama dan tidak menunggu jatuhnya korban baru dilakukan tindakan.
“Di tengah efisiensi anggaran memang terjadi tarik ulur prioritas program. Meski begitu, saya sudah menegaskan kepada kepala dinas agar persoalan ini segera ditangani dan tidak menunggu sampai terjadi insiden terlebih dahulu. Hal ini juga menjadi perhatian penting karena Samarinda memiliki visi sebagai kota terang,” jelasnya.
Selain kawasan jembatan, sorotan juga tertuju pada area Citra Niaga yang infrastruktur lampunya dinilai sudah usang dan tidak layak. Berdasarkan hasil sidak lapangan, banyak lampu model lama yang sudah seharusnya diganti dengan teknologi baru agar lebih efisien dan memberikan pencahayaan yang maksimal.
Deni berharap pemerintah kota benar-benar fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di tengah keterbatasan anggaran. Baginya, visi kota terang tidak akan terwujud jika fasilitas publik seperti lampu jalan masih banyak yang dibiarkan dalam kondisi tidak memadai.
“Struktur lampunya sudah tidak layak karena merupakan model lama dan perlu dilakukan perbaikan maupun penggantian. Kami ingin pelayanan pemerintah kota benar-benar maksimal dan fokus pada kebutuhan yang menjadi prioritas masyarakat,” pungkas Deni.(DHV)